Survei IPO: Gerindra Teratas, Ungguli PDI-P dan Golkar

Foto: Istimewa
Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Partai Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi jika Pileg digelar saat ini. Gerindra meraih dukungan 17,5 persen, mengungguli PDI-P sebesar 12,8 persen dan Golkar 10,4 persen.

BEBER FAKTA — Hasil tersebut berasal dari survei IPO yang berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling.

📊 Gerindra Masih di Posisi Teratas

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengatakan Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat. Meski begitu, elektabilitas Gerindra mengalami penurunan dibandingkan periode survei sebelumnya. Namun, posisinya tetap berada di peringkat teratas.

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Gerindra dinilai masih menikmati efek positif sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto.

🗳️ PDI-P dan Golkar Mengekor

Dalam survei tersebut, PDI-P berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Selanjutnya, Golkar menempati posisi ketiga dengan dukungan 10,4 persen. Demokrat berada di peringkat keempat dengan 8,1 persen. PKB menyusul di posisi kelima dengan elektabilitas 7,0 persen. Kemudian PAN memperoleh 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Nasdem 4,4 persen. Sementara itu, sejumlah partai memperoleh dukungan di bawah dua persen. PSI meraih 1,9 persen, PPP 1,6 persen, dan Perindo 0,9 persen. Partai Gerakan Rakyat mendapat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Adapun Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

🔄 Pemilih Masih Banyak Belum Menentukan

IPO juga mencatat masih ada 24,6 persen responden yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihannya.

Menurut Dedi, temuan tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, PDI-P kerap mendominasi dukungan dalam sejumlah survei nasional. Kini, sebagian basis pemilih terlihat mulai beralih kepada Gerindra.

🏛️ Efek Posisi di Pemerintahan

Dedi menyebut posisi Gerindra sebagai kekuatan utama pemerintahan menjadi salah satu konteks dalam pergeseran dukungan tersebut.

“Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDI-P,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, penguatan elektabilitas Gerindra masih mungkin terjadi jika kebijakan Presiden semakin diterima publik.

“Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak,” katanya.

📌 Metode dan Margin of Error

Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. IPO menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Dengan demikian, Gerindra menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dalam survei tersebut. Namun, masih terdapat 24,6 persen responden yang belum menentukan atau merahasiakan pilihannya.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *