Ma’ruf Amin Ungkap Syarat Calon Ketum NU: Harus Bisa Mendamaikan

KH Ma’ruf Amin (Foto: Istimewa)
Wakil Presiden ke-13 sekaligus Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, menyebut calon Ketua Umum PBNU harus mampu mendamaikan pihak yang bersengketa. Ia juga menilai pemimpin NU harus mengutamakan kepentingan organisasi.

BEBER FAKTA — Ma’ruf menyampaikan kriteria tersebut seusai menghadiri Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

🤝 Harus Mampu Mendamaikan

Ma’ruf mengatakan calon ketum NU harus memiliki kemampuan melakukan ishlah. Kemampuan itu mencakup upaya mendamaikan kelompok yang sedang bersengketa.

“Ya tadi, harus punya kemampuan melakukan dua hal al-ishlah wal-ishlah. Ishlah pertama itu mendamaikan semua kelompok yang bersengketa, karena tanpa persatuan tidak mungkin,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, persatuan menjadi syarat penting agar NU dapat menjalankan misinya. Karena itu, calon pemimpin harus mampu menjaga hubungan antarkelompok.

🎯 Kepentingan Organisasi Jadi Prioritas

Selain kemampuan mendamaikan pihak bersengketa, Ma’ruf menekankan pentingnya mendahulukan kepentingan organisasi.

Ia meminta pemimpin NU tidak menempatkan kepentingan pribadi maupun kelompok di atas kepentingan organisasi.

“Dan harus mendahulukan kepentingan organisasi, kepentingan pribadi maupun kelompok. Itu, baru misi NU bisa diemban,” ucapnya.

📚 Kembalikan NU pada Khittah

Ma’ruf juga mengingatkan calon ketum NU agar mampu meningkatkan kualitas organisasi. Ia berharap pemimpin baru dapat mengembalikan NU pada khittah sesuai qanun asasi.

Menurutnya, anggota NU perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap organisasi. Keanggotaan NU, kata dia, tidak boleh sekadar mengikuti dorongan tertentu.

“Supaya ber-NU itu lebih pada kualitas. Ya, artinya pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan, bukan karena dorongan. Saya menyebutnya ‘ala bashirah, bukan ‘ala bisharah. Ya, nah itu,” ucapnya.

👤 Ma’ruf Enggan Sebut Kandidat

Saat ditanya kandidat yang memenuhi kriteria tersebut, Ma’ruf memilih tidak menyebut nama.

“Nama itu, itu kita tidak bisa, kita lihat kemampuannya,” ucapnya.

Sementara itu, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Forum tersebut akan menjadi ajang pemilihan Ketua Umum PBNU.

🗳️ Sejumlah Nama Mulai Disebut

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyebut sejumlah nama yang digadang-gadang maju. Nama tersebut antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Zulfa Mustofa, dan Ketua Umum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf.

Gus Ipul juga menyebut Gus Yusuf Chudlori, Gus Salam Shohib, serta Gus Kikin yang merupakan Ketua PWNU Jawa Timur.

“Ya saya kira sudah banyak nama-nama ya, di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya ya, termasuk terakhir tadi Gus Yahya,” ujar Gus Ipul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

🔎 NU Disebut Tak Kekurangan Kader

Gus Ipul mengatakan panitia sedang mempersiapkan Muktamar PBNU sebaik mungkin. Ia juga menegaskan setiap kader memiliki kesempatan mengikuti pemilihan ketua umum.

“Siapapun boleh maju, siapapun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” ujar Gus Ipul.

Dengan demikian, kriteria calon ketum NU yang disampaikan Ma’ruf mencakup kemampuan mendamaikan pihak bersengketa, mengutamakan organisasi, dan meningkatkan kualitas NU.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *