Tim PKM FEB Undana Dampingi GARAMIN Perkuat Akuntabilitas Keuangan

Foto: Ist. (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Tim PKM FEB Undana resmi mendampingi Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (GARAMIN) Kupang melalui aplikasi digital Instrumen Bukti Transaksi Auditable (IBTA) untuk memperkuat transparansi keuangan lembaga non-privat. Langkah strategis ini mempercepat kesiapan audit mandiri sekaligus meningkatkan kepercayaan publik serta para donor.

BEBER FAKTA— Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (PKM FEB Undana) menggelar pendampingan akuntabilitas keuangan berbasis audit di Kupang pada Selasa (29/9/2026). Program hilirisasi riset ini menyasar Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (GARAMIN). Kegiatan dipimpin oleh Yemima Eka Christi Windya, S.E., M.Acc., bersama tim dosen lintas studi Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Pendampingan ini menjadi pijakan dasar dalam memperkuat transparansi serta akuntabilitas tata kelola keuangan lembaga non-privat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sinergi Dosen Lintas Disiplin

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dosen lintas disiplin dari FEB Undana. Ketua Tim PKM Yemima Eka Christi Windya didampingi Eve Ida Malau, S.E., M.Si., Anindya Septisuwendani, S.E., M.Si., dan Filipus Argentano Guntur Suryaputra, S.E., M.Ak. dari Prodi Akuntansi. Tim ini juga dibantu Theresia Vera Selviana Assan, M.Si. dan Olivia Louise Eunike Tomasowa, S.E., M.E. dari Prodi Ekonomi Pembangunan.

Kolaborasi ini dibentuk untuk merespons kebutuhan pencatatan keuangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bersumber dari masyarakat dan donor. Oleh karena itu, pengelolaan dana publik memerlukan pendekatan audit khusus yang berbeda dari entitas bisnis privat.

Deteksi Risiko Otomatis

Sebagai solusi konkret, Tim PKM FEB Undana memperkenalkan inovasi aplikasi digital bernama Instrumen Bukti Transaksi Auditable (IBTA). Inovasi ini mempermudah pencatatan dan penyimpanan dokumen transaksi lembaga secara terstruktur.

Aplikasi Instrumen Bukti Transaksi Auditable (IBTA) dilengkapi sistem indikator risiko otomatis berbasis warna. Fitur ini mendeteksi potensi risiko tingkat sedang hingga tinggi sebagai sistem peringatan dini sebelum audit formal.

Baca Juga: RSU Undana Perluas Layanan BPJS, Kunjungan Pasien Terus Meningkat

Dosen Prodi Akuntansi FEB Undana, Yemima Eka Christi Windya, S.E., M.Acc., menjelaskan tujuan indikator tersebut. “Harapannya dari informasi tersebut, mereka tidak menjadi ketakutan, melainkan melakukan mitigasi secara dini untuk segera mencari tahu letak kelemahan ketika indikator menunjukkan warna merah. Dengan demikian, mereka dapat segera menemukan solusi sehingga pada saat ada pemeriksaan atau audit, mereka sudah siap,” ungkap Yemima.

Pengembangan Berkelanjutan

Tim PKM merancang aplikasi Instrumen Bukti Transaksi Auditable (IBTA) secara kolaboratif bersama LSM GARAMIN sejak April 2026. Tahapan perancangan diawali observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, pembuatan desain bersama ahli IT, hingga uji coba operasional. Proses pengembangan aplikasi dijadwalkan terus berlangsung hingga November 2026 agar presisi menjawab kebutuhan pelaporan di lapangan.

Yemima juga mengungkapkan rencana mengintegrasikan IBTA ke dalam peta jalan penelitian lima tahun ke depan bersama pakar sektor publik dan manajemen strategi. Langkah ini memastikan aplikasi Instrumen Bukti Transaksi Auditable tetap adaptif dalam mengakomodasi standar pelaporan keuangan jangka panjang.

Efisiensi Pencatatan Multi-Program

Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi menyambut positif pendampingan dan implementasi aplikasi IBTA dari FEB Undana. Bendahara LSM GARAMIN, Yani Nunuhitu, menyatakan bahwa IBTA berhasil mengatasi kendala teknis pencatatan keuangan lembaga.

“Selama ini saya sebagai bendahara membutuhkan satu aplikasi yang bisa mencatat beberapa program sekaligus, termasuk melihat penggunaan dan sisa dana dari masing-masing program. Karena itu, aplikasi ini sangat membantu dan ke depannya dapat kami gunakan sebagai bagian dari persiapan ketika Garamin menjalani audit,” ungkap Yani.

Melalui kegiatan PKM ini, Undana terus memperluas pemanfaatan hasil riset akademis bagi tata kelola lembaga non-pemerintah. Pendampingan berkelanjutan ini membimbing LSM GARAMIN membangun sistem akuntansi yang akuntabel sekaligus memperkuat kredibilitas kemitraan strategis di masa depan.(Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *