Dokter Icha Tewas Gantung Diri?

Keluarga Ungkap Kronologi Saat Ditemukan

Cover: dr. Icha dalam sketsa. (Olahgrafis: Vico Patty-BF)
Duka itu datang begitu cepat. Di tengah kesunyian malam, keluarga dr. Icha menerima kabar yang tak pernah mereka bayangkan. Kini, mereka hanya berharap seluruh fakta terungkap dengan terang.

BEBER FAKTA – Suasana haru menyelimuti rumah duka dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026) dini hari. Tangis keluarga pecah saat mobil jenazah tiba sekitar pukul 00.15 WITA, disambut doa dan pelayat yang terus berdatangan.

🕊️ Kabar Duka yang Datang Mendadak

Paman almarhumah, Viktor Manbait, mengungkapkan dirinya menerima kabar meninggalnya dr. Icha sekitar pukul 18.30 WITA.

Berita terkait: Dokter Icha Berpulang, Kasus Dugaan Intimidasi DPRD TTU Kembali Jadi Sorotan

“Pada pukul 18.30 WITA saya menerima kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni di Kupang bahwa Dokter Icha telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dr. Icha ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. Saat ditemukan, almarhumah dalam posisi tergantung dengan tali yang melilit leher dan terikat pada bingkai pintu.

Viktor Manbait – “Almarhumah ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamarnya dalam keadaan tergantung dengan tali pada leher yang terikat pada bingkai pintu”

🏥 Sempat Dirawat Sebelum Berpulang

Sebelumnya, dr. Icha sempat menjalani perawatan medis selama enam hari sejak 15 Juni 2026. Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang pada 21 Juni dan melanjutkan rawat jalan.

Keluarga juga menyampaikan bahwa pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang tidak wajar. Atas permintaan keluarga, autopsi tidak dilakukan.

⚖️ Dugaan Intimidasi Masih Jadi Sorotan

Meninggalnya dr. Icha terjadi setelah keluarga sebelumnya mengungkap dugaan tekanan psikologis yang dialaminya usai menangani pasien di IGD RSU Leona.

Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan meninggalnya dr. Icha. Di sisi lain, dua anggota DPRD TTU yang disebut keluarga telah membantah melakukan intimidasi. Mereka mengaku hanya meminta penjelasan terkait penanganan pasien dan menegaskan tidak berniat menekan tenaga medis.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan rekan-rekan semua dalam menjaga serta melindungi tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan,” tutup Viktor.

Pihak keluarga berharap proses penyelidikan berlangsung transparan, profesional, dan objektif agar seluruh fakta dapat terungkap. (*/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *