Mahasiswa KKN Tematik Undana dan Tim Relawan Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores menggelar pelatihan budidaya hortikultura di Desa Welong, Kabupaten Manggarai, Senin (7/9/2026). Pelatihan itu mengajarkan sistem irigasi tetes untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan air pascagempa.
BEBER FAKTA— Pelatihan tersebut menyasar ibu-ibu di Desa Welong. Mereka mendapat pembekalan budidaya sayuran dengan teknologi irigasi yang hemat air.
Hadapi Penurunan Debit Air
Tim KKN Tematik Undana memilih irigasi tetes berdasarkan kondisi sumber air di Desa Welong. Debit air mengalami penurunan setelah bencana gempa bumi.
Karena itu, mahasiswa mengenalkan sistem penyiraman yang menggunakan air secara lebih efisien. Peserta juga belajar merakit instalasi menggunakan bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah.
Pelatihan tersebut mencakup materi teori dan praktik. Peserta mempelajari jenis sayuran cepat panen, pembuatan media tanam, serta perakitan instalasi irigasi tetes.
Mahasiswa Dampingi Praktik Langsung
Mahasiswa Fakultas Pertanian Undana memandu langsung kegiatan tersebut. Yudelsi Margerita Nabut berasal dari Program Studi Agribisnis.
Sementara itu, Olivia Oniati Wila Hege berasal dari Program Studi Agroteknologi. Keduanya memberikan pendampingan selama sesi praktik.
Baca Juga: FKM Undana dan UNPAZ Sepakati Riset Stunting hingga Program S3
Peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan cara merakit sistem irigasi tetes secara mandiri. Metode tersebut diharapkan dapat diterapkan kembali di pekarangan rumah masing-masing.
Bagikan Bibit Sayuran Cepat Panen
Setelah pelatihan, tim membagikan donasi bibit sayuran kepada seluruh peserta. Bibit yang dibagikan terdiri dari bayam, kangkung, dan sawi hijau.
Ketiga jenis tanaman tersebut memiliki masa panen relatif singkat. Waktu panennya berkisar tiga hingga lima minggu.
Dengan masa panen tersebut, warga dapat lebih cepat memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan pangan keluarga. Program ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pangan.
Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Undana Maria K.D. Sambang, M.M., mengatakan program tersebut berdasarkan hasil pengamatan tim KKNT Manggarai.
“Program ini dilakukan atas hasil pengamatan tim KKNT Manggarai agar ibu-ibu tidak bergantung pada bantuan pangan semata. Dengan kebun mandiri, harapannya masyarakat bisa memanen sayur sendiri dalam hitungan minggu. Irigasi tetes adalah kuncinya karena air yang tersedia sangat terbatas,” ujar Maria K.D. Sambang.
Menurut rangkaian kegiatan tersebut, teknologi pertanian hemat air menjadi bagian dari pendampingan masyarakat terdampak gempa. Tim KKN Tematik Undana membekali warga dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya pendampingan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga pascabencana di Desa Welong.(Red.03-BF)











