TNI AU dan Pemkot Kupang Siapkan Pembinaan Modern Pentathlon Sejak Dini

Foto: Ist (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
TNI AU melalui Lanud El Tari Kupang dan Pemerintah Kota Kupang menjajaki pembinaan Modern Pentathlon Indonesia (MPI) bagi anak sekolah. Program ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik sekaligus disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan mental generasi muda.

BEBER FAKTA— Penjajakan kolaborasi tersebut dibahas Kepala Dinas Personel Lanud El Tari Kupang Kolonel ADM Burhanudin bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji.

Pembinaan Dimulai dari Usia Dini

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Serlin Tiro, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jonathan Sinlae, serta Kepala Seksi PTK Meri Kadiwano.

Burhanudin mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan sumber daya manusia anak usia sekolah di Kota Kupang.

“Ini dalam rangka percepatan kolaborasi ke depan, khususnya pengembangan sumber daya manusia anak-anak kita yang bersekolah di Kupang,” kata Burhanudin.

Menurutnya, Modern Pentathlon merupakan olahraga multidisiplin yang menggabungkan ketahanan fisik, keterampilan, strategi, dan konsentrasi.

Baca Juga: Jalan Bilete Rusak, Lurah Bello Langsung Koordinasi dengan Dinas PUPR

Ia menyebut olahraga tersebut sudah dipertandingkan pada tingkat nasional. Sejumlah atlet Nusa Tenggara Timur juga dinilai memiliki potensi di cabang olahraga tersebut.

Lima Kemampuan dalam Modern Pentathlon

Modern Pentathlon menggabungkan anggar, renang, lari, halang rintang, dan menembak laser. Setiap nomor menguji kemampuan fisik dan mental yang berbeda.

Anggar menguji refleks dan ketangkasan taktis. Renang mengukur kecepatan dan daya tahan fisik.

Sementara itu, halang rintang membutuhkan kekuatan, kelincahan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat.

Lari menguji stamina dan kapasitas fisik. Adapun menembak laser membutuhkan konsentrasi, ketenangan, dan ketepatan.

Burhanudin mengatakan, pembinaan dapat menyesuaikan kelompok usia dan kemampuan anak. Anak-anak tidak harus langsung mengikuti seluruh nomor.

“Olahraga ini dapat dikembangkan sesuai kelompok usia. Harapannya, dari pembinaan sejak dini akan lahir atlet-atlet NTT yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Alternatif Kegiatan bagi Anak

Selain mengejar prestasi, pembinaan MPI juga diharapkan menjadi kegiatan positif bagi anak di tengah tingginya penggunaan gawai.

Burhanudin menilai olahraga dapat mendorong anak untuk bergerak, berinteraksi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan motorik.

“Kita ingin mengalihkan perhatian anak-anak yang sekarang lebih banyak ke gadget kepada kegiatan olahraga. Selain membentuk fisik, olahraga juga membantu perkembangan motorik mereka,” katanya.

Lanud El Tari juga menyatakan tanggung jawab moral untuk ikut mendorong potensi generasi muda NTT.

Persiapan Menuju PON 2028

Pembinaan tersebut juga berkaitan dengan rencana NTT dan Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah PON 2028.

Lanud El Tari Kupang direncanakan menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk kegiatan olahraga tersebut.

Burhanudin menilai persiapan tidak cukup melalui penyediaan sarana pertandingan. Pembinaan atlet perlu dimulai jauh sebelum penyelenggaraan PON.

“Kita berawal dari teman-teman usia dini. Kalau pembinaan ini berlanjut, mereka akan menjadi prospek ke depan,” ujarnya.

Ia berharap kontingen MPI NTT mampu menjadi salah satu kekuatan utama pada PON 2028.

“Ini salah satu venue PON 2028. Kita sebagai tuan rumah harus mempersiapkan betul. Saya targetkan MPI juara di PON 2028,” kata Burhanudin.

Pemkot Kupang Siapkan Tindak Lanjut

Ernest Ludji menyambut baik gagasan pembinaan tersebut. Ia menilai olahraga bagi anak sekolah dapat mendukung prestasi sekaligus pembentukan karakter.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Ernest menyatakan dukungan terhadap rencana kolaborasi dengan Lanud El Tari.

Ia akan menyampaikan gagasan tersebut kepada pimpinan Pemkot Kupang, termasuk Wali Kota Kupang, untuk pembahasan lebih lanjut.

“Ini niat baik yang harus kita dukung. Kami akan segera melaporkannya kepada pimpinan, sehingga penjajakan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti,” kata Ernest.

Menurut Ernest, kawasan TNI AU El Tari juga berpotensi menjadi ruang rekreasi dan kegiatan masyarakat. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengaturan dan kerja sama kedua pihak.

Olahraga Beriringan dengan Pelestarian Sejarah

Pertemuan tersebut juga membahas potensi sejarah di kawasan Lanud El Tari. Salah satunya ialah bangunan hanggar kayu peninggalan masa Perang Dunia II.

Bangunan itu masih terpelihara dan memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Kota Kupang. Pemerintah daerah juga mencatat keberadaannya dalam dokumen daerah.

Kedua pihak menilai pengembangan olahraga dan pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan.

Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi program berkelanjutan. Program itu mencakup olahraga, pendidikan, pembentukan karakter, serta pengenalan sejarah daerah kepada generasi muda.(Goe-BF/Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *