Jalan Bilete Rusak, Lurah Bello Langsung Koordinasi dengan Dinas PUPR

Foto: Ist. (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Lurah Bello, Viktor Steven Ibu, SH, langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Kupang setelah menerima keluhan warga soal kerusakan Jalan Bilete.

BEBER FAKTA— Viktor menerima laporan kondisi Jalan Bilete melalui Ketua RT 9 pada Selasa (8/9/2026).

Laporan Warga Langsung Ditindaklanjuti

Jalan tersebut berada di wilayah RT 8 dan RT 9, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Akses sepanjang hampir 500 meter itu menghubungkan wilayah Bello dan Kolhua.

Warga melaporkan kondisi jalan mengalami kerusakan cukup berat. Kerusakan tersebut mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat yang melintas.

Viktor kemudian berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan.

Koordinasi berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas PUPR Kota Kupang pada Selasa (8/9/2026).

Lurah Dorong Respons Cepat

Viktor mengatakan pemerintah kelurahan memiliki posisi dekat dengan masyarakat. Karena itu, laporan warga melalui RT maupun perangkat kelurahan perlu dicatat dan diteruskan.

“Apa yang dilaporkan masyarakat, sepanjang berkaitan dengan pelayanan umum, akan segera kami tindak lanjuti. Kalau kewenangannya ada pada instansi teknis, kami akan berkoordinasi agar persoalan tersebut segera mendapat penanganan,” ujar Viktor.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UM Kupang Salurkan Bantuan Gempa ke Warga Waewea

Menurut Viktor, pola tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan pemerintahan yang responsif di tingkat kelurahan.

Ia juga ingin menjalankan amanah pimpinan daerah dengan bekerja cepat, cerdas, dan tepat sasaran.

Laporan Warga Tak Berhenti di Kelurahan

Viktor menegaskan kecepatan pelayanan tetap harus mengikuti kewenangan dan prosedur yang berlaku.

“Prinsipnya, kita bekerja sesuai kewenangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Yang penting, jangan sampai laporan masyarakat berhenti di meja kelurahan,” katanya.

Persoalan Jalan Bilete menjadi salah satu contoh laporan warga yang langsung diteruskan kepada instansi teknis.

Pemerintah kelurahan berharap koordinasi tersebut membuka jalan bagi penanganan kerusakan akses yang digunakan masyarakat Bello dan Kolhua.

Infrastruktur Berkaitan dengan Aktivitas Warga

Kondisi jalan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi warga. Infrastruktur juga berhubungan dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan, dan mobilitas sehari-hari.

Viktor berharap komunikasi masyarakat, RT, kelurahan, dan pemerintah kota terus berjalan.

Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan di wilayah Bello dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditangani sesuai skala prioritas.

“Kita ingin masyarakat merasa bahwa ketika menyampaikan persoalan, pemerintah hadir dan memberikan respons,” ujarnya.(Red.03-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *