Prevy Taek Tembus 9 Besar Nasional

Kompetisi Pidato AHY Muda

Prevy Seltriani Taek. (Foto: Istimewa/Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Dari sekitar 1.300 karya peserta di seluruh Indonesia, nama Prevy Seltriani Taek akhirnya masuk jajaran 9 besar nasional kompetisi pidato AHY Muda. Siswi SMKN 4 Kupang itu kini bersiap membawa gagasan anak muda NTT ke panggung penentuan nasional di Jakarta.

BEBER FAKTA—Prestasi tersebut menjadi kabar membanggakan bagi SMKN 4 Kupang dan pendidikan vokasi Nusa Tenggara Timur.

Prevy akan mengikuti tahapan penentuan nasional pada 14–15 September 2026 di Jakarta. Ia tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga gagasan tentang masa depan anak muda di tanah kelahirannya.

🌊 Ketika Potensi NTT Belum Jadi Kesejahteraan

Dalam pidatonya, Prevy mengangkat tema **“Dari Potensi Menjadi Kesejahteraan”**. Ia memilih persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat NTT.

NTT memiliki potensi laut, rumput laut, garam, kopi, mete, ternak, tenun, pertanian dan kekayaan lainnya.

Namun, banyak anak muda NTT masih harus pergi jauh untuk mencari pekerjaan dan masa depan.

Di titik itulah Prevy menyampaikan kegelisahannya. Menurutnya, persoalan NTT bukan karena kekurangan potensi.

Tantangannya terletak pada kemampuan mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah dan kesejahteraan.

🎤 Membawa Suara Anak Muda dari Timur

Pesan Prevy terdengar sederhana, tetapi menyentuh persoalan penting. Potensi daerah harus mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Nilai tambah kemudian harus membuka lapangan kerja. Pada akhirnya, lapangan kerja itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gagasan tersebut membuat perjalanan Prevy terasa lebih dari sekadar kompetisi pidato. Ia membawa suara anak muda dari wilayah Timur Indonesia.

Anak-anak NTT, menurut pesan yang ia bawa, tidak kekurangan kemampuan, keberanian ataupun mimpi. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan semua potensi tersebut.

🏫 Dari SMK untuk Masa Depan Daerah

Sebagai siswi SMK, Prevy juga membawa perspektif pendidikan vokasi dalam pidatonya.

Menurut gagasan yang disampaikan, SMK tidak cukup hanya mempersiapkan generasi muda menjadi pencari kerja. Pendidikan vokasi perlu semakin terhubung dengan potensi ekonomi daerah.

Keterhubungan itu dapat mendorong lahirnya generasi muda yang terampil, produktif dan berwirausaha. Bahkan, generasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja.

Gagasan itu membuat pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam pembahasan masa depan NTT.

🚀 Perjalanan Belum Berakhir

Lolos 9 besar nasional dari sekitar 1.300 karya menjadi pencapaian penting bagi Prevy.

Namun, perjuangannya belum selesai. Ia masih harus menghadapi tahapan penentuan nasional pada 14–15 September 2026 di Jakarta.

Karena itu, dukungan masyarakat NTT menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Keluarga besar pendidikan, guru, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas hingga diaspora NTT diajak memberikan doa dan dukungan bagi Prevy.

📱 Dukungan Bisa Dimulai dari Media Sosial

Dukungan publik juga dapat diberikan melalui media sosial. Masyarakat dapat menonton pidato Prevy, memberikan like dan komentar positif, kemudian membagikannya.

Dengan cara itu, semakin banyak orang dapat mendengar gagasan yang dibawa siswi SMKN 4 Kupang tersebut.

Perjalanan dari sekitar 1.300 karya menuju 9 besar nasional tentu menjadi pencapaian besar. Namun, panggung penentuan masih menanti.

❤️ Dari Kupang untuk Indonesia

Prevy kini bersiap menghadapi babak penting pada 14–15 September 2026.

Ia membawa lebih dari sekadar sebuah pidato. Ia membawa gagasan tentang bagaimana potensi NTT dapat berubah menjadi peluang dan kesejahteraan.

Ketika seorang anak NTT mendapat ruang untuk berbicara di panggung nasional, suara yang terdengar bukan hanya suara pribadinya.

Di balik suara itu ada mimpi anak-anak muda NTT untuk tumbuh, berkarya dan membangun masa depan di tanah kelahirannya sendiri.

Dari Kupang untuk Indonesia. Prevy bisa. Anak NTT bisa. (*/Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *