Inovasi Kegawatdaruratan Kupang, Didorong Jadi Inovasi Nasional

PIDATO - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat berpidato pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta. (Foto: Diskominfo Kota Kupang - Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Inovasi kegawatdaruratan Pemerintah Kota Kupang di RSUD S.K. Lerik mendapat apresiasi Lemhannas RI. Inovasi tersebut bahkan didorong menjadi inovasi nasional dan diterapkan di rumah sakit daerah lainnya.

BEBER FAKTA—Apresiasi itu disampaikan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta. Kegiatan berlangsung secara hybrid pada 2–12 September 2026.

🏥 Wali Kota Kupang Presentasikan Inovasi

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi pemerintahannya dalam rangkaian penutupan KPPD.

Presentasi berlangsung di Aula Dwiwarna, Lantai 2 Gedung Panca Gatra Lemhannas RI, Jakarta. Program tersebut menjadi bagian dari rencana aksi dan komitmen politik kepala daerah.

KPPD Angkatan IV diselenggarakan Kemendagri melalui BPSDM bersama Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP).

Dalam presentasinya, dr. Christian Widodo memaparkan program kegawatdaruratan dengan dukungan anggaran Rp3 miliar. Program itu diperkuat command center sebagai instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan.

Sistem tersebut memungkinkan penanganan kasus kegawatdaruratan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.

🎯 Dinilai Punya Gagasan dan Implementasi Terbaik

Dr. Christian Widodo mendapat kesempatan presentasi setelah dinilai memiliki inovasi dan gagasan terbaik dibandingkan peserta lainnya.

Kesempatan itu menjadi bagian dari evaluasi kemampuan kepala daerah menerjemahkan inovasi menjadi program prioritas. Program tersebut juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di hadapan Gubernur Lemhannas RI, Sekjen Kemendagri, Direktur PYC, dan perwakilan LKYSPP, ia menegaskan komitmennya.

“Ini adalah komitmen yang akan kami penuhi dalam tiga tahun ke depan. Sebagai kepala daerah, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelenggarakan pelayanan ini.”

⭐ Lemhannas Beri Apresiasi Tinggi

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan apresiasi terhadap presentasi Wali Kota Kupang.

Menurut Ace Hasan, presentasi tersebut menunjukkan hubungan kuat antara inovasi, program prioritas, dan rencana aksi kepala daerah.

“Narasi yang disampaikan Wali Kota Kupang itu excellent,” ujar Ace Hasan.

Ia menyebut tiga aspek penting dalam presentasi tersebut. Ketiganya meliputi alur logika inovasi, implementasi program prioritas, dan komitmen rencana aksi.

Menurut Ace Hasan, ketiga aspek tersebut tersampaikan secara konkret dan tidak berhenti pada konsep. Program yang berjalan juga dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

🇮🇩 Didorong Jadi Inovasi Nasional

Inovasi kegawatdaruratan tersebut juga mendapat perhatian Direktorat Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Pejabat tersebut mendorong inovasi dana pengaman kegawatdaruratan RSUD S.K. Lerik menjadi inovasi nasional. Model itu juga didorong untuk direplikasi di rumah sakit daerah lainnya.

Menurutnya, model tersebut memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dalam kondisi kritis.

Ia menilai persoalan administrasi tidak semestinya menyebabkan keterlambatan penanganan pasien darurat.

“Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang ini perlu didorong menjadi inovasi nasional dan dapat dipakai di rumah sakit-rumah sakit daerah lain di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menyelamatkan nyawa yang bertarung dengan waktu.”

“Jangan sampai ada nyawa yang hilang hanya karena masalah administrasi.”

🤝 Libatkan Lintas Sektor

Pelaksanaan program melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem pelayanan publik Kota Kupang.

Dr. Christian Widodo menyebut Dinas Sosial, BPJS, Disdukcapil, RSUD S.K. Lerik, Dinas Kesehatan, serta berbagai komponen lainnya.

Kolaborasi tersebut membantu memastikan pasien kegawatdaruratan memperoleh pelayanan tanpa terhambat persoalan administratif.

Wali Kota Kupang menegaskan keberhasilan program merupakan hasil kerja bersama seluruh ekosistem pelayanan.

Ke depan, Pemkot Kupang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas pemahaman masyarakat tentang program prioritas pemerintah.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan ke depan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui apa yang dibuat pemerintah dan semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program prioritas dan inovasi yang kami jalankan,” katanya.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, program kegawatdaruratan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan anggaran.

Program tersebut juga diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang mampu mengambil keputusan cepat ketika keselamatan warga berpacu dengan waktu.(Sumber: Diskominfo Kota Kupang/*Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *