Hashim Djojohadikusumo Dukung Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI

Foto: Ist. (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Hashim S Djojohadikusumo mendukung pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang digagas SMSI. Ia hadir karena percaya program tersebut dapat memperkuat peran pers dalam menjaga informasi publik.

BEBER FAKTA—Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen SMSI merawat desa sebagai bagian dari upaya merawat NKRI.

🏘️ Desa Didorong Jadi Garda Depan

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs Firdaus, M.Si, mengatakan desa harus mendapat perhatian dalam pembangunan nasional.

“Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan tersebut berlangsung saat muncul berbagai informasi terkait eskalasi demonstrasi. Kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan distorsi terhadap stabilitas.

Hashim S Djojohadikusumo kemudian menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ucap Hasyim.

Hashim Sebut Jakarta Aman dan Kondusif

Hashim mengatakan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa juga menunjukkan kondisi Jakarta tetap aman.

Baca Berita Terkait:JAM-Intel Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri

Ia menyebut kehadirannya menjadi bentuk konfirmasi sekaligus kesaksian langsung mengenai situasi Jakarta.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,” ucap Hasyim.

Hashim menjadi keynote speaker dalam dialog nasional setelah pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa.

🗺️ Lima Provinsi Jadi Pilot Project

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi. Kelimanya yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Firdaus mengatakan kelima provinsi tersebut menjadi proyek percontohan program SMSI.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” papar Firdaus.

Program tersebut selanjutnya diarahkan untuk diperluas ke seluruh provinsi.

📰 Hashim Ingatkan Pers Utamakan Fakta

Hashim juga mengingatkan SMSI agar pers menyampaikan informasi secara utuh. Menurutnya, informasi harus berlandaskan data dan fakta.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” cetus Hasyim.

Ia secara khusus menyoroti informasi yang lepas dari konteks. Menurut Hasyim, kondisi tersebut dapat mendistorsi kebijakan yang menjadi prioritas pemerintah.

Karena itu, pihaknya telah mengagendakan dialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB. Hasil dialog tersebut akan menjadi masukan dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

🏛️ Gedung Dewan Pers Jadi Sorotan

Dalam kegiatan tersebut, Firdaus juga menyampaikan kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak representatif.

Menurut Firdaus, gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan Dewan Pers. Namun, seluruh konstituen belum dapat terakomodasi dalam satu tempat.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir,” urai Firdaus.

Hasyim merespons positif usulan tersebut. Ia berjanji menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

🎤 Ditutup Dialog Nasional

Respons Hashim mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan tersebut diikuti tidak kurang dari seratus peserta dan undangan.

Pengukuhan kemudian ditutup dengan dialog nasional. Forum tersebut menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B., PhD, Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, serta pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dengan sejumlah tanggapan kritis. Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, guru besar dari PTIK, memandu jalannya dialog.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *