Universitas Nusa Cendana (Undana) menyerahkan tiga mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk menjalani pendidikan klinis di dua rumah sakit di Kupang, Sabtu (29/8/2026).
BEBER FAKTA— Tiga mahasiswa PPDS Undana itu akan menjalani pendidikan klinis di RSUP dr. Ben Mboi dan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
🩺 Tiga Mahasiswa Ikuti Pendidikan Klinis
Penyerahan berlangsung di Aula Rektorat Undana, Sabtu (29/8/2026).
Tiga mahasiswa tersebut terdiri atas dr. Jefren Evander Bulan dan dr. Elias Wirnanta Syahputra Ginting.
Keduanya mengikuti PPDS Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Sementara itu, dr. Irvan Januard Adoe mengikuti PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Undana memperkuat ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur.
🏥 Target Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis
Direktur RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Dr. Robinzon Gunawan Fanggidae, Sp.An-TI, FIP, mengatakan program PPDS di NTT memiliki target jangka panjang.
Program tersebut diharapkan mampu menyiapkan dokter spesialis untuk mengisi kebutuhan di kabupaten yang masih kekurangan tenaga spesialis.
“Harapannya, anak-anak daerah NTT yang bersekolah di sini sehingga ke depan kita tidak perlu mencari lagi dari luar. Anak-anak ini akan menempati posisi-posisi di kabupaten yang saat ini kosong,” kata Dr. Robinzon.
Ia menargetkan ketersediaan dokter spesialis di NTT semakin membaik dalam empat hingga lima tahun mendatang.
Selain itu, distribusi dokter spesialis di NTT diharapkan menjadi lebih merata.
📚 Standar Pendidikan Tetap Nasional
Dr. Robinzon menegaskan pendidikan PPDS Undana tidak menggunakan standar yang lebih rendah.
Para peserta telah melewati proses seleksi, termasuk ujian, wawancara, dan pemeriksaan psikologi MMPI.
Baca Juga: Ikatan Alumni Undana Disiapkan, Wadah Kolaborasi Mahasiswa dan Mitra!
Kurikulum dan standar ujian juga mengacu pada standar kolegium dan nasional.
Menurutnya, NTT memiliki potensi besar sebagai lahan pendidikan dokter spesialis.
Hal itu karena NTT memiliki kasus klinis yang banyak dan beragam. RSUP dr. Ben Mboi mencatat sekitar 600 kasus operasi setiap bulan.
Jumlah tersebut belum termasuk kasus di RSUD Johannes dan rumah sakit jejaring.
“Kasusnya cukup, mutunya bisa kita jaga dan akan sama dengan mutu apabila kita lulus dari tempat-tempat yang lain,” ujarnya.
Dr. Robinzon juga berpesan agar mahasiswa menjaga integritas serta nama baik almamater dan rumah sakit.
❤️ RSUD Johannes Siap Jadi Mitra Pendidikan
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, dr. Yusi Kusumawardani, M.Kes., menyatakan kesiapan rumah sakit tersebut.
RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes menjadi mitra Undana dalam pendidikan dokter spesialis.
“RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes menjadi partner dalam media pembelajaran, menjadi kawah candradimuka mulai dari program pendidikan S1 kedokteran sampai dengan spesialis,” katanya.
Dr. Yusi mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Menurutnya, dokter juga perlu membangun empati ketika memberikan pelayanan kepada pasien.
“Pekerjaan dokter bukan hanya bicara tentang kalkulator, tetapi bagaimana empati boleh dilaksanakan dan menjadi jiwa dalam kita bekerja dan melayani,” ujar dr. Yusi.
🎓 Undana Perkuat Kolaborasi Rumah Sakit
Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philipi De Rozari, mengatakan Undana akan terus mendampingi pendidikan PPDS.
Pendampingan dilakukan melalui kurikulum yang selaras dengan standar nasional.
Undana juga akan memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit pendidikan.
Ia meminta peserta menjadikan setiap tempat sebagai ruang belajar dan setiap orang sebagai guru.
“Pasien maupun dokter senior yang membimbing, serta lokasi yang ada menjadi sekolah dan laboratorium kita,” katanya.
Menurut Philipi, pengembangan PPDS merupakan bagian dari komitmen Undana Berdampak.
Program tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan kekurangan dokter spesialis di NTT.
“Undana harus menjadi berkat bagi banyak orang. Gunakan talenta yang kita punya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Penyerahan turut dihadiri Wakil Rektor III, Doktor Rudi Rohi, dan Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi.
Perwakilan rumah sakit pendidikan juga hadir dalam kegiatan tersebut.(*/Red.03-BF)











