Inovasi Pertanian Terintegrasi Desa Oenif Hemat Air hingga 40 Persen

Foto: Istimewa (Olahgrafis: Diego Tristan)
Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Undana dan UKAW menerapkan sistem pertanian terintegrasi di Desa Oenif, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

BEBER FAKTA— Program tersebut berjalan sejak Juni 2026 melalui kolaborasi Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Evaluasi pada minggu pertama September 2026 mencatat penggunaan air lebih efisien hingga 40 persen. Produksi hortikultura juga meningkat 25 persen, sementara pendapatan masyarakat naik 30 persen.

Integrasi Ayam, Ikan, dan Hortikultura

Tim mengintegrasikan budidaya ayam, ikan nila, dan tanaman hortikultura dalam satu sistem produksi. Model ini menggantikan pola monokultur dan penyiraman manual yang sebelumnya dilakukan warga.

Program berlangsung di Dusun 2 (RW 2/RT 3 dan 4) Desa Oenif. Kegiatan memanfaatkan teknologi irigasi tetes dengan sumber air dari kolam ikan yang telah disaring.

Teknologi tersebut membantu mengatasi keterbatasan air di lokasi. Sebelumnya, warga mengandalkan penyiraman menggunakan ember dari embung.

Air kolam kemudian dialirkan secara lebih presisi menuju zona perakaran tanaman pare, mentimun, dan tomat.

Dosen dan Mahasiswa Berbagi Peran

Program mendapat pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Tahun Anggaran 2026.

Pendanaan disalurkan melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program menggunakan skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis kolaborasi perguruan tinggi.

Mahasiswa menjadi pelaksana transfer teknologi dan pendampingan lapangan. Mereka bekerja dengan supervisi intensif dari dosen pembimbing.

Tim akademisi terdiri dari Ir. Grace Maranatha, M.Si., IPM., ASEAN Eng. dari Prodi Peternakan FPKP Undana.

Kemudian, Dr. Franchy Ch. Liufeto, S.Pi., M.Si. dari Prodi Budidaya Perairan FPKP Undana.

Tim juga melibatkan Dr. Marthen Makaborang, S.T.P., M.Sc. dari Prodi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UKAW.

Grace Maranatha mengatakan setiap anggota tim menjalankan tugas sesuai kompetensi masing-masing.

“Pembagian peran kami berbasis kompetensi. Dosen peternakan menangani unggas dan limbahnya, dosen perikanan menangani budidaya nila dan kualitas air, sedangkan dosen pertanian menangani hortikultura dan irigasi tetes.”

Menurut Grace, mahasiswa menjadi ujung tombak pendampingan langsung kepada masyarakat.

“Ketiganya tidak bekerja terpisah, tetapi dikoordinasikan dalam satu sistem integrasi sehingga setiap komponen saling mendukung,” urainya mewakili tim PkM.

Limbah Diolah, Air Dimanfaatkan

Sistem tersebut menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam rantai produksinya. Kotoran ayam kampung unggul Balitbang diolah menjadi pupuk organik cair.

Pupuk tersebut kemudian digunakan untuk menyuburkan lahan hortikultura. Sementara itu, air dari kolam ikan nila dimanfaatkan sebagai sumber irigasi yang kaya nutrisi.

Warga juga terlibat dalam berbagai tahapan program. Kegiatan mencakup identifikasi masalah, pemasangan irigasi, pemeliharaan ternak dan ikan, hingga pengelolaan pascapanen.

Evaluasi program mencatat tingkat keberdayaan masyarakat penerima manfaat mencapai 80 persen. Penerima manfaat mencakup kelompok tani produktif dan non-produktif secara ekonomi.

Masuk Tahap Penguatan Rantai Pasok

Setelah evaluasi pada September 2026, program memasuki fase penguatan rantai pasok pangan lokal mandiri.

Hasil produksi ayam, ikan nila, dan sayuran tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga. Tim juga mulai mengonsolidasikan hasil produksi untuk pengolahan bernilai tambah dan pemasaran terorganisasi.

Model kolaborasi Undana–UKAW tersebut diproyeksikan menjadi percontohan pemberdayaan desa. Model itu juga diarahkan agar dapat direplikasi di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Melalui integrasi sumber daya dan teknologi tepat guna, Desa Oenif diarahkan menjadi simpul pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan.(Sumber: Humas Undana/*Red.03-BF)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *