MBG Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan

Foto: Istimewa
Badan Gizi Nasional (BGN) akan mewajibkan setiap ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) mencantumkan batas waktu konsumsi mulai pekan depan. Kebijakan ini bertujuan memastikan makanan MBG tetap aman dikonsumsi siswa.

BEBER FAKTA — Kepala BGN Sudaryono mengatakan aturan tersebut akan berlaku pada setiap wadah makanan MBG. Ia juga meminta guru memastikan makanan tidak dikonsumsi setelah melewati batas waktu.

⏰ Batas Waktu Dicantumkan di Ompreng

Sudaryono menyampaikan kebijakan itu dalam rapat koordinasi tata kelola MBG di sekolah. Rapat tersebut berlangsung secara daring pada Sabtu (8/8/2026).

“Mulai minggu depan ini, kami akan memberlakukan kewajiban untuk menuliskan di setiap omprengnya ada tanda atau ada peringatan untuk dikonsumsi harus dikonsumsi atau harus dimakan sebelum jam berapa, gitu,” kata Sudaryono.

Dengan aturan tersebut, setiap ompreng akan memiliki informasi mengenai waktu terakhir makanan boleh dikonsumsi.

🍱 Makanan Lewat Batas Waktu Dilarang Dikonsumsi

Sudaryono meminta guru tidak membiarkan makanan MBG dikonsumsi setelah melewati waktu yang tercantum.

“Kalau memang jamnya di dalam ompreng itu sudah melebihi jam yang tertera di dalam omprengnya, kami minta tidak dikonsumsi,” jelasnya.

Larangan tersebut berlaku bagi guru maupun siswa yang menerima makanan MBG.

“Bapak, ibu guru tidak boleh mengonsumsi, apalagi peserta didiknya atau anak didiknya, siswanya juga tidak boleh mengonsumsi manakala sudah melewati batas dari jam yang ditentukan,” tegasnya.

🕓 MBG Maksimal Empat Jam Setelah Matang

Menurut Sudaryono, makanan MBG memiliki batas waktu aman setelah proses memasak. Secara umum, makanan tersebut maksimal dikonsumsi empat jam setelah matang.

“Karena sesuai dengan kenormalan dalam penyajian makanan itu, setelah matang itu maksimal 4 jam harus dimakan karena makanan ini tidak ada pengawetnya,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, makanan MBG dibuat tanpa pengawet dan tidak menggunakan konsep ultra processed food.

“Memang betul-betul dimasak dengan tidak ultra processed food, sehingga betul-betul ini barang fresh sehingga ada window-nya, ada jendelanya di mana dia aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

👩‍🏫 Guru Jadi Kunci Pengawasan

BGN menilai guru memiliki peran penting dalam memastikan siswa mengonsumsi makanan sesuai batas waktu. Karena itu, guru perlu memperhatikan informasi waktu konsumsi pada setiap ompreng.

“Jadi ini peran bapak, ibu guru sangat penting sekali di sini,” ujar Sudaryono.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *