Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan narasi yang menyebut mahasiswi Jessica Sofia Tunardjo mengalami 12 kali pembatalan ujian skripsi merupakan informasi yang tidak benar. Kampus menyebut yang terjadi adalah penyesuaian jadwal seminar tugas akhir, bukan pembatalan ujian skripsi.
BEBER FAKTA—Penegasan itu disampaikan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Philiphi de Rozari, yang didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Yefry C. Adoe, SE., M.AP dalam konferensi pers di Kupang, Selasa (5/8/2026). Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan wartawan terkait unggahan viral yang memicu polemik di media sosial.
📌 WR IV: Narasi 12 Kali Batal Skripsi Tidak Benar
Prof. Philiphi menegaskan informasi yang beredar mengenai 12 kali pembatalan ujian skripsi tidak sesuai fakta.
Menurutnya, Jessica saat ini belum memasuki tahapan ujian skripsi. Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu baru menyelesaikan seminar proposal dan sedang menuju seminar hasil.
Prof. Philiphi de Rozari – “Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar. Yang terjadi adalah penyesuaian jadwal seminar proposal dan seminar hasil, bukan ujian skripsi”.
Ia menjelaskan proses penjadwalan seminar melibatkan dosen pembimbing, dosen penguji, mahasiswa, serta administrasi program studi dan fakultas.
Karena itu, perubahan jadwal tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
⚖️ Disebut Hoaks Jika Dikaitkan dengan Ujian Skripsi
Dalam sesi tanya jawab, wartawan meminta penegasan apakah unggahan yang menyebut 12 kali pembatalan ujian skripsi dapat dikategorikan sebagai hoaks.
Menjawab pertanyaan itu, Prof. Philiphi menyatakan narasi tersebut memang tidak benar apabila dikaitkan dengan ujian skripsi.
“Kalau misalnya dikatakan sebagai skripsi, itu hoaks,” tegasnya.
Ia kembali menjelaskan bahwa tahapan akademik Jessica masih berada pada proses seminar hasil dan belum memasuki ujian skripsi.
📱 Video Viral Bukan Diunggah Jessica
Prof. Philiphi juga mengungkapkan hasil komunikasi tim Undana dengan Jessica.
Menurutnya, Jessica mengaku bukan pihak yang mengunggah video dirinya yang kemudian viral di media sosial.
“Sepanjang yang kami tahu, yang posting bukan mahasiswa tersebut,” ujarnya.
Saat kembali ditanya wartawan, Prof. Philiphi menegaskan bahwa pengakuan tersebut berasal langsung dari Jessica.
“Jessica mengaku itu. Yang posting bukan beliau,” katanya.
🚫 Tidak Ada Persetujuan Jessica
WR IV Undana juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh tim, unggahan tersebut diduga dilakukan tanpa persetujuan Jessica.
Ia menjelaskan saat itu Jessica sedang mengalami kelelahan. Seseorang merekam videonya, lalu mengirimkannya kepada pihak lain yang kemudian mengunggahnya ke media sosial.
“Sepanjang yang kami tahu, mahasiswa ini bukan yang posting dan sepertinya tidak ada persetujuan dari mahasiswa,” ujar Prof. Philiphi.
🤝 Jessica Ingin Minta Maaf
Yefry Adoe menambahkan hasil pendampingan yang dilakukan Undana menunjukkan Jessica merasa resah setelah peristiwa tersebut menjadi perhatian publik.
Menurut Yefry, Jessica juga ingin bertemu langsung dengan dosen pengujinya.
“Dia ingin meminta maaf dan ingin bertemu dengan dosen pengujinya,” kata Yefri.
Prof. Philiphi membenarkan pernyataan tersebut.
“Dia ingin ketemu dosen, dia ingin ketemu penguji,” ujarnya.
Namun, pertemuan itu belum dapat dilakukan karena kondisi psikologis Jessica masih dalam tahap pemulihan.
🔍 Undana Lanjutkan Investigasi
Selain memberikan klarifikasi, Undana memastikan investigasi terhadap seluruh rangkaian peristiwa tetap berjalan.
Kampus juga membentuk tim klarifikasi dan investigasi untuk mengumpulkan keterangan dari mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, pimpinan program studi, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan.
Undana juga akan mengevaluasi tata kelola akademik, termasuk mekanisme penjadwalan seminar dan ujian tugas akhir, agar pelayanan kepada mahasiswa semakin baik. (Die-BF/Red.02-BF)











