Bunyi Lutut Krek Saat Berdiri? Dokter Ungkap Kapan Normal dan Harus Diwaspadai

Foto: Ilustrasi
Pernah mendengar bunyi “krek” di lutut saat berdiri?** Banyak orang langsung panik dan mengira tulangnya mulai rapuh. Padahal, bunyi itu belum tentu menjadi pertanda penyakit serius.

RASA cemas sering muncul ketika lutut tiba-tiba berbunyi saat bangkit dari kursi, menaiki tangga, atau berjongkok. Kekhawatiran itu wajar. Namun, para dokter menegaskan bahwa tidak semua bunyi pada lutut berarti sendi mengalami kerusakan.

🦵 Bunyi yang Sering Memicu Kepanikan

Hampir setiap orang pernah mengalami bunyi “krek” atau “klik” dari lutut. Banyak yang langsung menghubungkannya dengan pengapuran atau pengeroposan tulang.

Spesialis Orthopedi dari Apollo Hospitals Jayanagar, India, dr Rohit Puri, menjelaskan bahwa bunyi tersebut sering kali merupakan proses fisiologis yang normal.

“Suara yang keluar dari lutut tidak selalu menandakan adanya penyakit atau kelainan. Ada beberapa suara yang dapat terjadi sebagai bagian dari proses fisiologis normal,” jelas dr Puri, dikutip dari Times of India.

Menurutnya, fenomena yang dikenal sebagai crepitus biasanya muncul ketika gelembung gas nitrogen atau karbon dioksida di dalam cairan pelumas sendi pecah saat lutut ditekuk atau diregangkan.

Selain itu, tendon dan ligamen yang bergeser di atas tulang juga dapat menghasilkan suara serupa.

⚠️ Kapan Bunyi Lutut Menjadi Tanda Bahaya?

Meski sebagian besar tidak berbahaya, bunyi lutut tetap perlu diperhatikan jika muncul bersama keluhan lain.

dr Rohit Puri mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat berubah menjadi masalah medis apabila disertai rasa nyeri tajam, pembengkakan, sendi mengunci sehingga sulit diluruskan, atau lutut terasa tidak stabil.

Gejala tersebut dapat mengarah pada osteoarthritis, cedera meniskus, kerusakan ligamen, hingga adanya serpihan tulang rawan yang tersangkut di dalam sendi.

💬 Dokter: Tidak Selalu Berarti Tulang Rapuh

Direktur Robotic Knee and Minimally Invasive Hip Replacement Sarvodaya Hospital, dr Pankaj Walecha, meminta masyarakat tidak langsung panik ketika mendengar bunyi pada lutut.

“Dalam kebanyakan kasus, suara-suara ini sepenuhnya tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak,” papar dr Walecha.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa bunyi tersebut berasal dari gesekan tulang yang mulai aus. Menurutnya, suara itu umumnya muncul akibat pergerakan jaringan lunak atau cairan sendi, bukan karena tulang saling bergesekan.

❤️ Menjaga Lutut Tetap Kuat Sejak Dini

Menjaga kesehatan lutut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. dr Walecha menyarankan masyarakat menjaga berat badan tetap ideal agar tekanan pada sendi berkurang.

Selain itu, hindari duduk terlalu lama tanpa bergerak. Rutinlah melakukan olahraga low-impact seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Penguatan otot paha, pinggul, dan core juga membantu menopang tubuh dengan lebih baik.

🌟 Jangan Abaikan Jika Mulai Mengganggu

Bunyi “krek” pada lutut memang sering kali merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh. Namun, kondisi itu tidak boleh diabaikan bila mulai disertai nyeri atau menghambat aktivitas.

“Jika bunyi lutut bertahan lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan ke dokter spesialis orthopedi. Penanganan sejak dini sangat efektif mencegah kerusakan sendi yang lebih parah,” tutup dr Walecha.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *