Diabetes Bisa Merusak Otak, Ancaman Stroke Mengintai Tanpa Disadari

Foto: Ilustrasi
Diabetes tidak hanya meningkatkan kadar gula darah. Penyakit ini juga dapat menggerogoti kesehatan otak secara perlahan dan menggandakan risiko stroke jika tidak dikendalikan dengan baik.

BEBER FAKTA — Banyak orang baru menyadari bahaya diabetes ketika komplikasi mulai muncul. Padahal, kerusakan sudah dapat berlangsung diam-diam, termasuk pada pembuluh darah dan saraf yang memasok oksigen ke otak.

🧠 Ketika Gula Darah Menjadi Ancaman bagi Otak

Diabetes selama ini identik dengan gangguan kadar gula darah. Namun, dampaknya jauh lebih luas. Kadar gula darah yang terus tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil maupun besar yang berperan menjaga fungsi otak.

Kerusakan tersebut membuat aliran darah ke otak terganggu. Akibatnya, risiko stroke meningkat, sementara kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan berpikir perlahan dapat menurun.

⚠️ Risiko Stroke Meningkat Dua Kali Lipat

Salah satu komplikasi paling serius dari diabetes adalah stroke. Orang yang hidup dengan diabetes memiliki risiko sekitar dua kali lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak mengidap penyakit tersebut.

Kondisi itu terjadi karena kadar glukosa yang terus tinggi merusak lapisan dalam pembuluh darah. Seiring waktu, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku sehingga lebih mudah terbentuk gumpalan darah.

Jika gumpalan itu menyumbat aliran darah menuju otak, stroke iskemik dapat terjadi.

“Dengan merusak lapisan dalam pembuluh darah, glukosa membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penyempitan, pengerasan, dan pada akhirnya pembentukan bekuan darah,” kata Direktur dan Konsultan Senior Neurologi KIMS Hospital Electronic City, Bengaluru, **Dr Sujit Kumar**.

Otak membutuhkan pasokan darah kaya oksigen setiap saat. Ketika aliran darah terhenti, sel-sel otak mulai rusak hanya dalam hitungan menit. Karena itu, stroke termasuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Risiko tersebut semakin besar karena diabetes sering disertai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, atau penyakit jantung.

💭 Penurunan Daya Ingat Terjadi Perlahan

Selain stroke, diabetes juga dapat memengaruhi kemampuan otak secara bertahap.

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat memicu peradangan kronis, stres oksidatif, dan kerusakan pembuluh darah kecil di otak. Dampaknya mulai terasa saat seseorang kesulitan mengingat, berkonsentrasi, mempelajari hal baru, atau mengambil keputusan.

“Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita diabetes dalam jangka waktu lama lebih rentan mengalami demensia vaskular dan penyakit Alzheimer. Namun, hubungan yang pasti antara diabetes dan Alzheimer masih belum terbukti,” kata Dr Kumar.

🚨 Gula Darah Terlalu Rendah Juga Tidak Aman

Bahaya diabetes bukan hanya datang dari gula darah yang tinggi.

Kadar gula darah yang turun terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat mengganggu kerja otak. Karena otak menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama, kondisi ini dapat memicu kebingungan, pusing, kejang, hingga kehilangan kesadaran.

Apabila berulang dan tidak segera ditangani, hipoglikemia juga berpotensi menyebabkan gangguan fungsi kognitif, terutama pada kelompok lanjut usia.

❤️ Menjaga Gula Darah Berarti Menjaga Masa Depan Otak

Mengendalikan diabetes secara konsisten menjadi langkah penting untuk melindungi otak sekaligus menurunkan risiko stroke.

Pengidap diabetes dianjurkan mengonsumsi obat sesuai resep dokter, rutin memantau kadar gula darah, serta mengikuti rencana perawatan yang telah ditetapkan.

“Pengelolaan faktor risiko kardiovaskular lainnya juga sangat penting. Tekanan darah dan kadar kolesterol harus dijaga dalam kisaran yang direkomendasikan,” ujar Dr Kumar.

Selain itu, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan memenuhi kebutuhan tidur dapat membantu menekan risiko stroke secara signifikan.

Diabetes memang tidak selalu menunjukkan ancaman secara langsung. Namun, pengelolaan yang konsisten menjadi kunci agar otak tetap sehat dan risiko komplikasi berat dapat diminimalkan.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *