Sebanyak 23 tim telah menyatakan akan mengikuti Turnamen Voli SMSI CUP I 2026. Di balik angka itu, ada sekolah, kampus, daerah, dan organisasi yang mulai menyatukan langkah menuju satu arena.
BEBER FAKTA—Persiapan Turnamen Voli SMSI CUP I 2026 terus bergerak. Panitia kini tidak hanya menyiapkan pertandingan, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai instansi dan kelompok untuk ikut ambil bagian.

Mau Ikut Turnamen Voli SMSI CUP? Daftar disini: Link Pendaftaran Turnamen Voli SMSI CUP 1 – 2026
Dari 23 Tim, Antusiasme Mulai Terlihat
Ketua Panitia Turnamen Bola Voli SMSI CUP I 2026, Vico Patty, menyebut ajang tersebut bukan sekadar turnamen olahraga.
Menurut dia, turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Pengprov PBVSI NTT. PBVSI NTT juga akan menjadikan SMSI CUP sebagai bagian dari proses seleksi pemain muda berbakat.
“Ya, jadi dalam gelaran turnamen voli SMSI CUP I ini, kami didukung oleh Pengurus Provinsi PBVSI NTT sebagai organisasi yang mewadahi cabor bola voli di NTT,” tegas Vico Patty.
Sejauh ini, panitia mencatat 23 tim menyatakan akan mengikuti turnamen. Peserta tersebut antara lain berasal dari PDAM Kab. Kupang, UNKRIS, SMK 6, UPG 1945, Telkom dan tim-tim voli dari Kabupaten TTS.
Selain itu, terdapat tim yang mendapat rekomendasi dari PBVSI Provinsi NTT.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari perkembangan persiapan menuju turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 3–15 Oktober 2026.
Open Turnamen NTT Bergengsi
Menurut Vico, ajang Turnamen SMSI CUP 1 2026 ini merupakan ajang turnamen voli yang dikhususkan bagi atlet-atlet voli asli NTT.
“Turnamen ini kami khususkan bagi atlet-atlet voli di NTT. Semua tim harus menggunakan atlit atau pemain lokal NTT, yang dibuktikan dengan KTP dan KK. Jadi tidak ada pemain bon dari luar NTT, apalagi atlit-atlit voli profesional,” jelas Vico.
Ia mengatakan, dengan pemilihan venue voli terbaik di Auditorium Bahtera Artha Wacana, turnamen ini menjadi turnamen lokal NTT yang bergengsi.
“Panitia memilih Auditorium Bahtera Artha Wacana milik UKAW, sebagai venue turnamen, karena ingin para atlit atau tim-tim voli lokal merasakan suasana tempat bertanding yang representatif sesuai standart nasional atau internasional. Ini bakal melatih rasa percaya diri atlit bila bermain di venue yang bergengsi,” tambah Vico.
Sekolah dan Kampus Mulai Didekati
Di tengah persiapan, panitia terus membuka komunikasi dengan berbagai lembaga. Salah satunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Panitia menggandeng dinas tersebut untuk menggerakkan sekolah-sekolah SMA dan SMK di NTT agar ikut berpartisipasi.
“Kami menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk bisa menggerakkan sekolah-sekolah baik SMA maupun SMK yang ada di NTT untuk ikut berpartisipasi,” jelas Vico.
Tidak berhenti di lingkungan sekolah, panitia juga menyasar perguruan tinggi.
“Kami juga menggandeng pihak kampus yang ada di Kupang maupun NTT untuk juga ambil bagian dalam event olahraga ini,” lanjutnya.
Langkah itu membuat ruang partisipasi semakin terbuka. Turnamen tidak hanya diarahkan untuk satu kelompok peserta.
TNI-Polri hingga Komunitas Bisa Bergabung
Panitia juga membuka kesempatan kepada berbagai unsur masyarakat untuk mengikuti SMSI CUP I 2026.
Kesempatan tersebut mencakup institusi TNI-Polri, instansi pemerintah, pihak swasta, komunitas, hingga masyarakat umum.
“Selain itu kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada institusi TNI-Polri, instansi pemerintah, pihak swasta dan komunitas juga masyarakat umum, siapapun itu bisa mengikuti Turnamen Voli SMSI CUP I 2026 ini,” pungkas Vico.
Dengan konsep terbuka tersebut, panitia terus mendorong lebih banyak tim untuk mengambil bagian.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Bagi panitia, keberadaan 23 tim bukan hanya soal jumlah peserta. Turnamen ini juga diarahkan menjadi ruang untuk menemukan pemain muda berbakat.
Vico mengatakan, PBVSI NTT akan menjadikan SMSI CUP sebagai ajang seleksi. Para pemain muda yang memiliki potensi diharapkan dapat masuk dalam proses pembinaan lebih lanjut.
“PBVSI NTT juga akan menjadikan ajang SMSI CUP sebagai ajang seleksi para pemain muda berbakat, bibit-bibit pemain yang diharapkan bisa membawa nama NTT tidak hanya di PON yang tingkatnya Nasional, juga bisa membawa nama Indonesia dalam ajang olahraga Internasional,” katanya.
Karena itu, persiapan terus dilakukan menjelang pertandingan. Panitia menyebut berbagai kebutuhan penunjang kesuksesan open turnamen sedang dikerjakan.
Menunggu Lebih Banyak Tim Datang
Saat ini, sebanyak 23 tim sudah tercatat menyatakan akan mengikuti turnamen. Pada saat yang sama, panitia masih membuka kesempatan bagi berbagai instansi, lembaga, komunitas, dan masyarakat umum.
Turnamen tersebut direncanakan berlangsung di **GOR Bahtera Arta Wacana UNKRIS Kupang** pada 3–15 Oktober 2026.
Dari sekolah hingga kampus, dari institusi hingga komunitas, pintu partisipasi masih terbuka.
Di arena itulah, 23 tim yang sudah menyatakan diri siap tampil akan bertemu dengan peserta lainnya. Dari sana pula, proses pencarian talenta voli muda NTT diharapkan mulai menemukan jalannya.(Arifin-SMSI/Red. 03-BF)











