Secangkir kopi saring ternyata bukan sekadar teman memulai hari. Studi terbaru menemukan kebiasaan sederhana ini berkaitan dengan proses penuaan yang lebih lambat dan peluang hidup lebih sehat.
BAGI banyak orang, aroma kopi hangat di pagi hari menjadi bagian dari rutinitas yang sulit digantikan. Namun, di balik kebiasaan itu, penelitian terbaru mengungkap bahwa cara menyeduh kopi bisa membawa perbedaan bagi kesehatan tubuh, bahkan berkaitan dengan usia biologis seseorang.
☕ Lebih dari Sekadar Minuman Pagi
Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minum kurang dari empat cangkir kopi hitam tanpa gula setiap hari dapat memberikan manfaat kesehatan. Kini, studi yang dipublikasikan dalam jurnal NPJ Science of Food menambahkan temuan baru.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa manfaat kopi tidak hanya bergantung pada jumlah yang diminum, tetapi juga pada jenis penyajiannya. Perbedaan antara kopi saring dan kopi instan ternyata berkaitan dengan proses penuaan biologis tubuh.
🔬 Ribuan Orang Jadi Bagian Penelitian
Para peneliti menganalisis data hampir 49.500 peserta yang terdaftar dalam UK Biobank. Rata-rata usia mereka mencapai 56,4 tahun.
Selain mencatat kebiasaan makan dan minum kopi melalui kuesioner, peneliti juga mengukur usia biologis setiap peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan panjang telomer leukosit, percepatan PhenoAge melalui pemeriksaan darah rutin, serta metode Klemera-Doubal (KDM).
Usia biologis sendiri menggambarkan kondisi tubuh pada tingkat seluler. Nilai ini berbeda dengan usia kronologis yang hanya menunjukkan berapa lama seseorang telah hidup.
🌱 Saat Kopi Saring Memberi Harapan
Hasil penelitian menunjukkan pola yang menarik. Peserta yang rutin mengonsumsi kopi saring memiliki skor percepatan usia biologis lebih rendah dan telomer yang lebih panjang.
Dalam dunia medis, telomer yang lebih panjang sering dikaitkan dengan proses penuaan yang berlangsung lebih lambat dan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Sebaliknya, peserta yang lebih sering mengonsumsi kopi instan menunjukkan percepatan usia biologis lebih tinggi serta telomer yang lebih pendek.
“Konsumsi kopi saring berkaitan dengan penurunan risiko penuaan biologis. Sebaliknya, kopi instan justru berhubungan dengan peningkatan risiko percepatan penuaan,” tulis kesimpulan studi tersebut, dikutip dari Huffington Post.
💡 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Perbedaan
Temuan ini menjadi pengingat bahwa cara menikmati kopi juga berperan dalam menjaga kesehatan.
Peneliti menyarankan agar kopi dikonsumsi tanpa gula atau pemanis tambahan. Kopi saring juga dinilai lebih baik dibandingkan kopi instan karena penyaring membantu menghasilkan seduhan yang lebih mendukung kesehatan sel tubuh.
Selain itu, menikmati kopi setelah sarapan disebut dapat membantu mengoptimalkan manfaat kesehatannya.
🌍 Penelitian Masih Berlanjut
Meski hasil penelitian menunjukkan hubungan yang menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan studi lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibat secara pasti.
Namun, bagi para pencinta kopi, memilih kopi saring bisa menjadi langkah sederhana yang sejalan dengan gaya hidup sehat. Di balik secangkir kopi hangat setiap pagi, mungkin tersimpan peluang untuk menjaga tubuh tetap bugar lebih lama.(*/Red.01-BF)











