Kopi disebut sedikit lebih unggul dibanding teh hijau dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, para ahli menegaskan keduanya tetap efektif jika dikonsumsi tanpa gula dan diimbangi gaya hidup sehat.
BEBER FAKTA — Kopi dan teh hijau sama-sama menjadi pilihan populer bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Keduanya rendah kalori serta didukung penelitian yang menunjukkan manfaat dalam membantu mengelola berat badan.
☕ Kopi Dinilai Sedikit Lebih Unggul
Ahli gizi menjelaskan, kopi bekerja terutama melalui kandungan kafein dan asam klorogenat. Kedua senyawa ini membantu metabolisme tubuh sekaligus mengatur kadar gula darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan kafein dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan lemak tubuh secara moderat. Konsumsi kopi berkafein secara rutin juga dikaitkan dengan berkurangnya lemak perut dan lemak visceral.
“Kopi bukanlah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, tetapi memang bermanfaat,” ujar ahli gizi **Rachael Ajmera, MS, RD.
Ia mengingatkan manfaat tersebut hanya berlaku jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula, sirup, atau krimer.
“Kopi hitam polos itu rendah kalori. Tapi kalau ditambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer, kalori akan melonjak tajam dan meniadakan potensi manfaat penurunan berat badannya,” tegas Rachael.
🍵 Teh Hijau Bantu Tingkatkan Metabolisme
Sementara itu, teh hijau mengandalkan kombinasi katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), serta kandungan kafein dalam jumlah lebih rendah.
Ahli gizi Johannah Katz, MA, RD, menjelaskan senyawa tersebut membantu meningkatkan pembakaran energi dan oksidasi lemak. Selain itu, teh hijau dapat mengurangi nafsu makan, membatasi penyerapan lemak di saluran pencernaan, serta mendorong tubuh membakar lebih banyak kalori.
Mengganti minuman manis dengan teh hijau tanpa pemanis juga menjadi cara sederhana untuk mengurangi asupan kalori harian.
⚖️ Mana yang Lebih Efektif?
Johannah Katz menilai kopi sedikit lebih unggul dibanding teh hijau untuk mendukung penurunan berat badan.
“Keduanya bagus untuk rencana penurunan berat badan. Tapi jika harus memilih salah satu, kopi tanpa pemanis mungkin sedikit lebih unggul karena kandungan kafeinnya biasanya lebih tinggi,” jelasnya.
Meski begitu, ia menegaskan perbedaannya tidak terlalu besar. Karena itu, pilihan terbaik tetap bergantung pada selera masing-masing, asalkan disajikan tanpa gula atau pemanis tambahan.
🏃 Gaya Hidup Tetap Jadi Penentu
Para ahli menekankan kopi maupun teh hijau bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Hasil optimal hanya dapat dicapai jika disertai perubahan gaya hidup.
Beberapa langkah yang disarankan meliputi mencatat pola makan dan aktivitas harian, menetapkan target diet yang spesifik, rutin berolahraga, serta mencukupi waktu tidur dan mengelola stres. Kebiasaan tersebut membantu menjaga keseimbangan hormon yang berperan dalam rasa lapar dan penyimpanan lemak.(*/Red.01-BF)











