Ketua Bappilu PKS Mardani Ali Sera mendukung Presiden Prabowo Subianto merekrut orang baru untuk Kabinet Merah Putih. Ia menilai rekrutmen perlu mengutamakan kapasitas, integritas, dan merit system.
BEBER FAKTA — Mardani menyampaikan sikap tersebut saat menanggapi isu reshuffle kabinet setelah 17 Agustus 2026. Ia menegaskan keputusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.
🏛️ PKS Soroti Merit System
Mardani mengatakan pemerintah perlu memperkuat reformasi birokrasi. Menurutnya, Presiden Prabowo menghadapi tugas berat di tengah turunnya tingkat kepuasan publik.
“Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” kata Mardani kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Anggota Komisi II DPR RI itu juga menyinggung perlunya birokrasi dengan struktur yang lebih ramping. Namun, fungsi pemerintahan tetap harus berjalan optimal.
“Plus perlu diterapkan reformasi birokrasi. Miskin struktur dan kaya fungsi. Presiden Prabowo punya tugas berat. Di beberapa survei tingkat kepuasan publik turun,” kata dia.
👤 Tak Harus Berasal dari Partai
Mardani mendukung jika pemerintah merekrut orang baru untuk Kabinet Merah Putih. Namun, ia meminta pemerintah memprioritaskan sosok yang memiliki kapasitas dan integritas.
Menurut Mardani, pemerintah tidak harus memilih figur dari kalangan partai politik. Ia menilai banyak anak bangsa memiliki kemampuan untuk mengisi posisi pemerintahan.
“Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas,” ujarnya.
🔄 Isu Reshuffle Berembus Usai 17 Agustus
Sebelumnya, isu reshuffle Kabinet Merah Putih mencuat menjelang 17 Agustus 2026. Sejumlah petinggi partai politik dan pihak Istana turut merespons kabar tersebut.
Informasi yang beredar menyebut reshuffle akan berlangsung setelah 17 Agustus. Kocok ulang kabinet disebut berskala kecil dan fokus mengisi jabatan yang kosong.
🏛️ Istana Sebut Belum Ada Rencana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih.
Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
“Nah, masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih,” kata Pras.
Namun, Prasetyo menyebut pengisian jabatan wakil menteri yang kosong dapat menjadi prioritas jika perubahan kabinet terjadi.
“Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong,” ujarnya.(*/Red.01-BF)











