Dokter UGD mengungkap lima rasa nyeri yang tidak boleh diabaikan. Gejala ini bisa menjadi tanda penyakit serius dan memerlukan penanganan medis secepatnya.
BANYAK orang memilih menahan rasa sakit sambil berharap keluhan itu hilang dengan sendirinya. Padahal, menurut dokter UGD, beberapa jenis nyeri justru menjadi alarm tubuh yang menandakan kondisi medis berbahaya.
🚨 Tubuh Selalu Memberi Sinyal
Dokter UGD mengungkap lima rasa nyeri yang wajib diwaspadai. Meski tidak semua nyeri berakhir dengan penyakit serius, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu seseorang mendapatkan penanganan lebih cepat.
Profesor Kedokteran Darurat Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, Dr Michael Turturro, mengatakan rasa sakit yang muncul tiba-tiba, terasa berat, dan tidak kunjung hilang sebaiknya segera diperiksa.
“Kami lebih suka orang-orang lebih berhati-hati.”
Ia menambahkan:
“Jika itu cukup mengkhawatirkan dan membuat Anda gelisah, terutama jika itu adalah rasa sakit yang belum pernah Anda alami sebelumnya, itu adalah sesuatu yang benar-benar harus Anda pertimbangkan untuk segera mendapatkan perawatan medis.”
❤️ Nyeri Dada Bisa Menjadi Pertanda Kondisi Darurat
Bagi dokter UGD, nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling mendapat perhatian.
Spesialis Kedokteran Darurat Ohio State University Wexner Medical Center, Dr Mark Conroy, mengatakan nyeri dada yang muncul mendadak atau berbeda dari biasanya harus segera diperiksa.
“Nyeri dada jelas merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi kami. Jika seseorang mengalami nyeri dada yang tiba-tiba, sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, atau mereka pernah mengalaminya sebelumnya dan telah diberi tahu bahwa mereka memiliki masalah jantung, mereka harus diperiksa sesegera mungkin.”
Menurut Turturro, risiko menjadi lebih tinggi pada lansia maupun penderita hipertensi dan kolesterol tinggi.
Selain serangan jantung, nyeri dada juga dapat berkaitan dengan penggumpalan darah di paru-paru maupun robekan pembuluh darah utama. Namun, ia mengingatkan bahwa nyeri dada juga dapat disebabkan oleh kondisi ringan seperti heartburn.
🦵 Nyeri Betis Disertai Bengkak Jangan Diremehkan
Nyeri pada betis yang disertai pembengkakan atau kemerahan juga masuk dalam daftar lima rasa nyeri yang tidak boleh diabaikan.
Menurut Conroy, kondisi tersebut dapat mengarah pada deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam.
“Saya selalu khawatir mereka mungkin memiliki gejala yang mengkhawatirkan terkait pembekuan darah, atau yang kita sebut DVT (deep vein thrombosis), trombosis vena dalam.”
Risiko DVT meningkat pada seseorang yang baru menjalani operasi, terlalu lama berbaring, atau baru melakukan perjalanan jauh dengan pesawat.
🩺 Nyeri Punggung Atas Seperti Robekan Perlu Diwaspadai
Nyeri punggung memang umum terjadi. Namun, dokter UGD mengingatkan bahwa sensasi seperti robekan pada punggung atas atau belakang dada merupakan kondisi yang berbeda.
“Sensasi robekan itu bisa menandakan masalah pada pembuluh darah besar utama di tubuh Anda, yang disebut aorta.”
Karena itu, pemeriksaan medis tidak boleh ditunda apabila gejala tersebut muncul.
🩻 Nyeri Perut Bagian Bawah Memiliki Banyak Kemungkinan
Nyeri perut bagian bawah juga termasuk rasa nyeri yang tidak boleh diabaikan.
Menurut Conroy, keluhan tersebut dapat mengarah pada batu ginjal maupun infeksi ginjal apabila disertai demam.
“Jika Anda mengalami sakit perut, atau yang kita sebut nyeri pinggang, semacam nyeri di bagian kanan atau kiri punggung bawah atau perut bagian bawah, maka itu tentu bisa menjadi pertanda hal-hal seperti batu ginjal, atau jika Anda mengalami demam, itu bisa jadi infeksi ginjal.”
Ia menambahkan bahwa mual dan muntah yang menyertai nyeri tersebut juga dapat mengindikasikan radang usus buntu.
🌟 Lebih Cepat Diperiksa, Lebih Tenang
Pada akhirnya, dokter UGD menilai pemeriksaan dini merupakan langkah paling aman ketika seseorang mengalami nyeri yang terasa tidak biasa.
Meski hasilnya menunjukkan kondisi ringan, pasien tetap memperoleh kepastian mengenai penyebab keluhannya.
“Mungkin Anda akan mendapatkan evaluasi singkat, beberapa jenis pemeriksaan laboratorium atau tes skrining, dan mudah-mudahan, kepastian bahwa skenario terburuk bukanlah yang terjadi.”(*/Red.01-BF)











