🔥Dosen Ini Terbang ke New Zealand, Dalami Energi Masa Depan Indonesia

Olahgrafis: Vico Patty-BF

Langkah besar datang dari Universitas Nusa Cendana! Satu dosennya resmi jadi wakil tunggal Indonesia untuk belajar panas bumi di New Zealand—bukan kaleng-kaleng, ini program elit!

 

🌍 Satu-Satunya dari Indonesia, Undana Pecah Rekor!

BEBER FAKTA – Kabar membanggakan datang dari Universitas Nusa Cendana (Undana). Kampus ini sukses mencatat sejarah setelah mengirim satu-satunya delegasi Indonesia ke program short course geothermal di University of Auckland, New Zealand.

Sosok terpilih itu adalah Adept Titu Eki, dosen Teknik Pertambangan yang bakal belajar teknologi panas bumi selama lima minggu di Negeri Kiwi.

Tak hanya itu, program prestisius ini lahir dari kolaborasi strategis antara Fakultas Sains dan Teknik Undana dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

 

⚡ Dipilih Langsung Kementerian, Bukan Sembarang!

Koordinator Prodi Teknik Pertambangan, Noni Banunaek, menegaskan bahwa ini bukan sekadar kesempatan biasa.

“Hanya Undana yang terpilih mengirimkan dosen untuk program lima minggu ini. Ini peluang emas sekaligus pengakuan besar,” tegasnya.

Sebelumnya, sekitar 20 dosen dari berbagai kampus ikut pelatihan tahap awal di Jakarta dan Bandung. Namun, saat masuk tahap internasional, Undana justru jadi satu-satunya yang dipercaya.

 

🎯 Misi Besar: Lahirkan Prodi Teknik Geologi!

Langkah ini ternyata bukan sekadar studi luar negeri. Dekan FST Undana, Philiphi de Rozari, mengungkap misi besarnya.

“Kami berharap sepulangnya Pak Adept, pembukaan Prodi Teknik Geologi bisa dipercepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, NTT punya potensi panas bumi luar biasa. Karena itu, daerah ini butuh tenaga ahli lokal yang siap mengelola kekayaan tersebut.

 

🌋 Fokus Flores, Masa Depan Energi NTT

Menariknya, Adept bukan sosok biasa. Ia adalah alumnus Royal Holloway University of London dan lolos seleksi ketat dari pemerintah Indonesia serta pihak New Zealand.

“Geothermal adalah masa depan energi kita. Saya ingin membawa pulang ilmu untuk pembangunan daerah,” kata Adept.

Ia menyoroti Pulau Flores sebagai salah satu lumbung panas bumi terbesar di Indonesia yang masih belum dimaksimalkan.

 

🤝 Kolaborasi Global, Dampak Lokal

Program ini menjadi bukti kuat sinergi antara Undana, Kementerian ESDM, Kedutaan Besar New Zealand, dan University of Auckland.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan ahli energi lokal yang bisa mendorong kedaulatan energi di Nusa Tenggara Timur. (Sumber: undana.ac.id/Ing/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *