Universitas Nusa Cendana (Undana) menginvestigasi dugaan perlakuan tidak adil terhadap mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo, setelah video dirinya menangis histeris viral di media sosial.
BEBER FAKTA—Pihak Undana menyatakan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan maupun perlakuan yang merugikan mahasiswa. Saat ini kampus membentuk proses investigasi untuk mengungkap fakta di balik dugaan Jessica batal mengikuti ujian hingga 12 kali.
📌 Video Viral Jadi Sorotan
Video Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM Undana dengan NIM 2107010089, ramai beredar di media sosial.
Baca juga: Kerja Sama Sabu Raijua–Undana, Tingkatkan SDM dan Potensi Daerah
Dalam video itu, Jessica terlihat menangis histeris di pelukan orang tuanya. Unggahan tersebut menyebut Jessica mengalami tekanan setelah merasa diperlakukan tidak adil oleh seorang dosen.
Orang tua Jessica juga menuliskan bahwa putrinya telah 12 kali batal mengikuti ujian karena kesibukan dosen. Bahkan, sehari sebelum ujian berlangsung, Jessica disebut diminta mengganti dosen penguji.
🏛️ Undana Bentuk Tim Investigasi
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Philiphi de Rozari, mengatakan kampus sedang mengusut kasus tersebut.
Menurutnya, Undana ingin memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak muncul informasi yang simpang siur.
“Pada prinsipnya Undana sangat tidak mentolerir adanya kekerasan yang ada di dalam FKM Undana ini. Tapi pada prinsipnya kami masih dalam tahapan investigasi,” kata Prof. Philiphi.
🤝 Dekan FKM Temui Jessica di Rumah Sakit
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, menjelaskan pihak fakultas langsung menggelar rapat koordinasi setelah mengetahui informasi yang beredar.
Koordinasi dilakukan bersama pimpinan fakultas, pembimbing, serta pihak terkait untuk mengumpulkan keterangan.
Namun, salah satu dosen penguji masih dalam suasana duka sehingga klarifikasi belum dapat dilakukan. Sementara pembimbing utama disebut masih berada di Timor Leste.
Usai rapat, jajaran fakultas mengunjungi Jessica di Rumah Sakit Wirasakti. Saat itu Jessica sedang menjalani perawatan.
Prof. Apris mengatakan pihak kampus menyampaikan dukungan moral kepada Jessica agar segera pulih dan dapat kembali menyelesaikan studinya.
Menurutnya, seluruh tahapan akademik Jessica telah selesai, mulai dari mata kuliah, seminar proposal, hingga penelitian. Saat ini Jessica hanya tinggal menjalani ujian hasil dan ujian skripsi.
🔍 Dugaan 12 Kali Batal Ujian Akan Diklarifikasi
Prof. Apris menegaskan Undana akan meminta penjelasan dari Jessica setelah kondisinya membaik.
Kampus juga akan mengklarifikasi informasi kepada dosen pembimbing dan dosen penguji, termasuk dugaan 12 kali pembatalan ujian.
Ia menegaskan mahasiswa maupun dosen akan memperoleh perlakuan yang sama selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Baik mahasiswa maupun dosen mendapatkan perlakuan yang sama,” ujarnya.
⚖️ Sanksi Menunggu Hasil Investigasi
Menanggapi kemungkinan sanksi apabila ditemukan pelanggaran, Prof. Philiphi mengatakan Undana akan menunggu hasil investigasi sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, seluruh bentuk sanksi telah diatur, mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat.
“Kita bisa melihat dulu setelah kita investigasi. Hasilnya seperti apa baru nanti kita bisa ambil keputusan. Sanksi pemecatan pun itu ada. Pasti akan dibuat.” (Die-BF/Red.01)











