Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga ASN saat bertugas di Jayawijaya, Papua. Beliau meminta perlindungan bagi aparatur yang bertugas di wilayah rawan segera ditingkatkan.
BEBER FAKTA— Zudan menyampaikan ucapan duka tersebut pada apel bersama ASN Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/9/2026). Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk saling menjaga keselamatan saat menjalankan tugas.
Identitas Korban Peristiwa
Tiga ASN yang gugur adalah Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Korban kedua adalah drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan Dinas Pertanian Jayawijaya. Korban ketiga adalah Willi Mbuik (24), seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Duka Seluruh Aparatur Negara
Zudan menegaskan bahwa gugurnya ketiga petugas merupakan duka besar bagi seluruh instansi pemerintahan. “Enam koma tujuh juta ASN kehilangan sahabat. Kita sangat berduka. Apalagi keluarga dari mereka yang menjadi korban,” kata Zudan.
Baca Juga: Ombudsman NTT Gelar Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Rote Ndao 2026
Evaluasi Perlindungan dan Kinerja
Zudan menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan petugas lapangan. Pelayanan publik tetap berjalan dengan memprioritaskan keamanan para aparatur di wilayah rawan. Selain itu, ia juga meminta ASN mengevaluasi kinerja agar semakin produktif. “ASN harus produktif. Kunci produktivitas adalah semakin sedikit biaya yang kita pakai, semakin banyak hasil yang bisa kita peroleh,” tegasnya.(Goe-BF/Die-BF)











