Ada bantuan yang datang dari tempat jauh, tetapi terasa begitu dekat bagi keluarga terdampak gempa di Nagekeo. Dari Sumba Timur, Manado hingga Inggris, kepedulian akhirnya tiba di depan rumah warga.
BEBER FAKTA—Di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, 84 kepala keluarga menerima bantuan dari jejaring kemanusiaan GAMKI. Bantuan itu menjadi bagian dari solidaritas lintas daerah bagi warga yang masih menjalani proses pemulihan pascagempa Flores.
🤝 Ketika Jarak Tak Menghalangi Kepedulian
Bantuan tersebut dihimpun melalui jejaring GAMKI dan kemudian disalurkan DPC GAMKI Ende. Dalam pelaksanaannya, mereka berkoordinasi dengan Korda GAMKI Flores–Lembata dan DPC GAMKI Nagekeo.
Baca juga: Mahasiswa KKN UM Kupang Salurkan Bantuan Gempa ke Warga Waewea
Sebanyak 84 KK tersebar di empat RT di Kelurahan Lape menjadi penerima bantuan. Tim tidak hanya berkumpul di satu titik, tetapi mendatangi warga dari rumah ke rumah.
Bantuan datang dari sejumlah tempat. DPC GAMKI Sumba Timur bersama BPC GMKI Waingapu mengirim 24 paket.
BPC GMKI Manado juga memberikan 24 paket. Sementara itu, Kaka Boy dari Inggris mengirim 34 paket sembako.
Selain sembako, IAS Nusantara memberikan delapan lembar terpal. Bantuan tersebut disalurkan untuk Gereja St. Maria Dolorosa Penginanga.
🌏 Dari Sumba Timur, Manado hingga Inggris
Di balik bantuan itu, terdapat jejaring orang-orang yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan mereka yang ingin membantu.
Ketua DPC GAMKI Ende, Pieter Th. Tonael, menyebut proses tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan para pemberi bantuan.
“Bantuan datang dari berbagai tempat, tetapi dipertemukan oleh satu kepedulian yang sama. Tugas kami adalah menjaga kepercayaan itu dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Pieter.
Koordinasi jejaring tersebut juga melibatkan Koordinator Daerah GAMKI Flores–Lembata, Ribkah Eleonora Valentina.
Menurut Pieter, Ribkah berperan dalam komunikasi dan koordinasi antarcabang. Ia juga membantu menghubungkan berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam respons kemanusiaan di Flores.
“Kakak Ribkah banyak membantu menghubungkan dan mengoordinasikan jaringan ini. Tuhan memakai banyak orang menjadi saluran berkat. Solidaritas yang tersebar di berbagai tempat akhirnya dapat dipertemukan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ujar Pieter.
🏠 Bantuan Tak Berhenti di Satu Titik
Di Nagekeo, DPC GAMKI Nagekeo ikut memastikan bantuan bergerak sampai kepada penerima.
Wakil Ketua I DPC GAMKI Nagekeo, Bernadus F.D. Woi, berperan dalam koordinasi lapangan. Ia menghubungkan tim dengan masyarakat dan membantu memastikan distribusi menjangkau keluarga penerima manfaat.
Baca juga: Bantuan Gempa Nagekeo, Pemkab Kupang Salurkan Rp1 Miliar
Dari DPC GAMKI Ende, Kabid Organisasi Prinando Peka Yoli turut hadir bersama tim. Mereka terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Tim kemudian bergerak dari satu titik ke titik lain. Mereka mendatangi warga dari rumah ke rumah dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah perwakilan keluarga.
Pertemuan itu tidak sekadar menjadi proses pembagian bantuan. Tim juga memiliki kesempatan bertemu dan mendengar langsung kondisi masyarakat terdampak.
❤️ Ketika Bantuan Menjadi Pesan Solidaritas
Kehadiran tim mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari keluarga penerima manfaat.
Bagi DPC GAMKI Ende, perhatian kepada masyarakat tidak boleh berhenti ketika fase awal bencana mulai berlalu. Proses pemulihan membutuhkan perhatian yang lebih panjang.
Pieter menegaskan hal tersebut.
“Gempa terjadi dalam hitungan detik, tetapi memulihkan kehidupan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu solidaritas tidak boleh ikut menghilang ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang,” tegas Pieter.
Pesan itu menjadi salah satu alasan jejaring solidaritas terus dijaga. Bagi GAMKI, bantuan bukan hanya soal paket yang berpindah tangan.
Ada kepercayaan yang harus dijaga. Ada kebutuhan masyarakat yang harus ditemui. Ada pula kepedulian dari berbagai daerah yang harus sampai kepada mereka yang membutuhkan.
🙏 Satu Mata Rantai Kemanusiaan
Atas nama DPC GAMKI Ende, Pieter menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mengambil bagian.
Ucapan tersebut ditujukan kepada DPC GAMKI Sumba Timur, BPC GMKI Waingapu, BPC GMKI Manado, Kaka Boy dari Inggris dan IAS Nusantara.
Pieter juga menyampaikan apresiasi kepada Korda GAMKI Flores–Lembata serta DPC GAMKI Nagekeo.
“Setiap bantuan adalah kepercayaan. Tugas kami bukan hanya menerima dan menyerahkan, tetapi memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap tangan yang memberi dan setiap orang yang bekerja di lapangan,” tutup Pieter.
Dari Sumba Timur, Manado hingga Inggris, bantuan bergerak melewati jarak dan batas daerah. Di Nagekeo, semua itu akhirnya bertemu dengan kebutuhan nyata keluarga terdampak gempa.
Bagi GAMKI, solidaritas tersebut menjadi pengingat bahwa warga terdampak tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Ada tangan yang memberi, ada yang menghubungkan, dan ada yang bekerja langsung di lapangan.(*/Red.01-BF)











