Ayam Taliwang bukan sekadar sajian pedas khas Lombok. Di balik aroma rempahnya, tersimpan kisah perjalanan masyarakat, diplomasi, dan warisan kuliner yang bertahan hingga kini.
SETIAP suapan ayam taliwang menghadirkan lebih dari sekadar rasa gurih dan pedas. Hidangan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ini menyimpan jejak sejarah yang menghubungkan perpindahan masyarakat, peristiwa kerajaan, hingga lahirnya salah satu kuliner paling terkenal di Indonesia.
🏝️ Berawal dari Perjalanan Sebuah Komunitas
Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, asal-usul ayam taliwang berkaitan erat dengan komunitas Karang Taliwang yang berada di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
Leluhur masyarakat Karang Taliwang berasal dari Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka berpindah ke Lombok setelah Kerajaan Selaparang diserang oleh Kerajaan Karangasem, Bali.
Awalnya, masyarakat Taliwang datang untuk membantu Kerajaan Selaparang atas perintah Raja Sumbawa. Setelah itu, mereka mendirikan permukiman di wilayah perbatasan yang kemudian dikenal sebagai Karang Taliwang.
🔥 Dari Dapur Kerajaan Menjadi Simbol Perdamaian
Perjalanan ayam taliwang tidak berhenti di medan perjuangan. Bersamaan dengan pasukan Kerajaan Taliwang, turut datang para juru masak kerajaan.
Konon, perdamaian antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem Bali tercapai melalui diplomasi makanan. Juru masak Kerajaan Taliwang menyajikan ayam bakar berbumbu khas kepada Raja Karangasem.
Tak disangka, sang raja sangat menyukai hidangan tersebut. Sejak saat itu, ayam bakar dengan racikan rempah khas itu dikenal sebagai **Ayam Taliwang**.
🌶️ Pedas, Gurih, dan Penuh Karakter
Ayam taliwang memiliki ciri yang berbeda dari ayam bakar pada umumnya.
Kuliner ini menggunakan ayam kampung muda utuh, lengkap dengan kepala dan cekernya. Bagian dada dibelah memanjang, sedangkan sayap dilipat ke belakang sebelum dibakar.
Perpaduan cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, tomat, terasi, dan gula merah menghasilkan rasa pedas yang kuat dengan sentuhan gurih khas Lombok.
🍗 Menghadirkan Cita Rasa Lombok dari Rumah
Bagi yang belum sempat berkunjung ke Lombok, cita rasa ayam taliwang tetap bisa dinikmati dari dapur sendiri.
Resep yang dikutip dari detikFood menggunakan satu ekor ayam kampung muda yang dilumuri air jeruk nipis dan garam sebelum dipanggang.
Bumbu halus terdiri atas cabai keriting, cabai merah kering, cabai rawit merah, kencur, bawang merah, bawang putih, tomat merah, gula merah, terasi goreng, dan garam.
Setelah bumbu ditumis hingga harum, ayam dipanggang di atas bara api sambil beberapa kali diolesi bumbu hingga meresap. Selanjutnya, ayam dipanggang kembali dalam oven panas selama sekitar 20 menit.
Hidangan ini disajikan bersama perasan jeruk limau dan sambal agar cita rasanya semakin segar.
❤️ Warisan Kuliner yang Tetap Hidup
Di balik rasa pedas yang menggugah selera, ayam taliwang membawa cerita panjang tentang perjalanan masyarakat Taliwang dan sebuah hidangan yang konon pernah menjadi jembatan perdamaian.
Kini, ayam taliwang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Lombok, tetapi juga menjadi salah satu kuliner Nusantara yang terus dikenalkan kepada berbagai generasi.(*/Red.01-BF)











