Wali Kota Kupang: “Budaya Itu Titipan Anak Cucu”

Event Budaya TDM 2026

SAMBUTAN - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo disambut pada acara Even Budaya, Senin (25/5/2026). (Foto Eman Halla - Bag. Prokopim Setda Kota Kupang / Olahgrafis: Vico Patty-BF)

Even Budaya TDM 2026 sukses bikin warga Kupang ramai berkumpul. Bukan cuma soal hiburan, tapi juga soal persaudaraan, UMKM, dan masa depan budaya lokal!

BEBER FAKTA – Suasana Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, mendadak penuh warna, musik, dan semangat kolaborasi, Senin (25/5/2026). Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir langsung membuka Event Budaya TDM 2026 di halaman Gereja GMIT Tiberias TDM.

Event budaya ini langsung menyita perhatian warga karena menghadirkan karnaval budaya, UMKM lokal, sanggar seni, hingga fashion show budaya khas Flobamora.

UMKM – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo berdialog dengan salah satu lapak UMKM di area Event Budaya TDM 2026. (Foto: Eman Halla – Bag. Prokopim Setda Kota Kupang)
🎭 Wali Kota: Kota Kupang Dibangun dengan Gotong Royong

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat kebersamaan untuk membangun Kota Kupang.

Ia bahkan menyampaikan kutipan kuat yang langsung mendapat tepuk tangan warga.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama.”

BACA JUGA: Hakim Vonis Jonas Salean 2 Tahun Penjara

Menurutnya, Kota Kupang tidak bisa berkembang jika masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong.

Selain itu, dr. Christian mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah TDM. Ia merasa selalu pulang ke rumah sendiri setiap kali datang ke kawasan tersebut.

🏮 Budaya Bukan Sekadar Hiburan

Wali Kota juga menegaskan bahwa event budaya tidak boleh dianggap sekadar tontonan.

Sebaliknya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat solidaritas sosial, menghidupkan ekonomi warga, dan menjaga identitas daerah.

dr. Christian Widodo – “Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita.”

Karena itu, ia meminta generasi muda tetap menjaga budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Event Budaya TDM 2026 juga melibatkan pelaku UMKM, kelompok tenun ikat, komunitas seni, dan lembaga pendidikan di wilayah setempat.

💸 Wali Kota Kucurkan Bantuan untuk TDM

Tak hanya hadir membuka acara, dr. Christian Widodo juga membawa dukungan nyata bagi masyarakat TDM.

Ia memastikan bantuan hibah sebesar Rp20 juta untuk perbaikan lapangan voli Gereja Santo Petrus. Bantuan itu sebelumnya sudah dijanjikan saat event budaya tahun lalu.

Selain itu, ia juga membantu pengurusan akta notaris bagi dua sanggar seni budaya di TDM.

🛍️ ASN Diajak Borong Produk UMKM Lokal

Di tengah acara, Wali Kota juga mengajak seluruh ASN yang hadir untuk membeli produk UMKM lokal yang dipamerkan selama event berlangsung.

Langkah itu mendapat respons positif dari para pelaku usaha kecil yang ikut meramaikan kegiatan budaya tersebut.

Selain memperkuat budaya lokal, event ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat TDM.

🎤 Event Budaya TDM Libatkan Sanggar dan Generasi Muda

Ketua Panitia Event Budaya TDM 2026, Diky Ataupah, mengatakan kegiatan tahun ini mengusung tema “Flobamora Berkreasi di Kelurahan TDM.”

Menurut Diky, event budaya ini melibatkan lima sanggar seni budaya, komunitas kreatif, kelompok tenun ikat, UMKM, hingga sekolah-sekolah di wilayah TDM.

Diky juga mengungkapkan fakta menarik. Dari lima sanggar budaya di TDM, baru satu yang memiliki akta notaris resmi.

Karena itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah terus mengalir agar seluruh sanggar bisa berkembang lebih profesional.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan membangun kreativitas generasi muda.”

🌟 TDM Mau Jadi Pusat Kreativitas Budaya Kupang

Event Budaya TDM 2026 kini diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi generasi muda Kota Kupang untuk tampil, berkarya, dan bangga dengan identitas budaya sendiri.

Dengan semangat kolaborasi, budaya lokal TDM kini bukan hanya bertahan, tetapi mulai bergerak menjadi kekuatan ekonomi dan kreativitas baru di Kota Kupang. (Sumber: Bag. Prokopim Setda Kota Kupang – Enjel Lasbaun / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *