Undana Siap Jadi Basecamp Atlet Wushu Menuju PON 2028

Karikatur & Olahgrafis cover: Vico Patty-BF

Dukungan besar datang untuk atlet Wushu NTT! Universitas Nusa Cendana resmi membuka peluang jadi pusat pelatihan atlet menuju PON 2028.

BEBER FAKTA– Dunia olahraga Nusa Tenggara Timur kembali mendapat angin segar. Universitas Nusa Cendana (Undana) menyatakan kesiapan penuh menjadi pusat pelatihan atau basecamp atlet Wushu NTT. Langkah ini langsung memantik optimisme besar jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

BASECAMP – Foto bersama Rektor Undana, Ketua Wushu NTT beserta atlit dan pengurus Wushu NTT. Undana siap jadi Basecamp Wushu NTT, dalam persiapan menghadapi PON 2028. (Foto: Jeje Parera – Humas Undana)

Audiensi antara Rektor Undana, Profesor Jefri Samuel Bale dan jajaran Pengprov Wushu NTT berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Selasa (19/5/2026). Selain membahas fasilitas, kedua pihak juga sepakat membangun pembinaan atlet berbasis sport science agar prestasi Wushu NTT semakin kompetitif di level nasional.

🏟️ Undana Buka Pintu untuk Atlet Wushu NTT

Prof. Jefri Bale, menegaskan kampus siap mendukung pengembangan olahraga prestasi di NTT. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga wajib memberi ruang bagi pengembangan bakat mahasiswa.

🔥Baca Juga: SMMU Undana 2026: Kesempatan Terakhir! Prodi Favorit Diserbu

“Kami sangat mendukung pengembangan Wushu di NTT. Kampus memiliki tanggung jawab untuk mewadahi bakat mahasiswa. Jika fasilitas di Undana dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Wushu, kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” ujar Prof. Jefri.

Selain itu, Undana juga menawarkan sejumlah fasilitas strategis. Salah satunya Grha Cendana yang mampu menampung hingga 5.000 orang. Kampus juga siap memanfaatkan asrama mahasiswa sebagai lokasi pemusatan latihan atlet.

Karena itu, kerja sama ini dinilai sangat penting untuk mendukung kesiapan NTT sebagai salah satu tuan rumah cabang olahraga pada PON 2028 mendatang.

🧠 Sport Science Jadi Senjata Baru Atlet Wushu

Tak hanya menyediakan tempat latihan, Undana juga siap mendukung pembinaan atlet melalui pendekatan ilmiah atau sport science.

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) Undana disebut memiliki sumber daya manusia yang mampu membantu peningkatan performa atlet secara terukur.

Dengan begitu, perkembangan fisik, teknik, hingga daya tahan atlet dapat dipantau lebih profesional dan modern.

Kolaborasi ini sekaligus membuka peluang lahirnya ekosistem olahraga kampus yang lebih serius dan kompetitif di NTT.

🥇 Pengprov Wushu NTT Optimistis Prestasi Meledak

Ketua Umum Pengprov Wushu NTT, Indra Effendy, menyambut antusias dukungan dari Undana. Ia bahkan menyebut kerja sama ini sebagai langkah besar bagi masa depan Wushu di daerah.

“Ini adalah langkah besar bagi kami. Menjadikan Undana sebagai keluarga besar Wushu NTT akan memperkuat pembinaan atlet kami, terutama dari sisi ilmu pengetahuan olahraga,” kata Indra.

Menurutnya, pembinaan berbasis akademik sangat penting karena Wushu NTT kini memiliki 29 aliran yang berkembang pesat di berbagai daerah.

Selain itu, tren prestasi atlet Wushu NTT juga terus meningkat. Pengprov Wushu bahkan berhasil mencatat prestasi membanggakan pada PON Papua lalu.

Karena itu, Indra optimistis Wushu NTT bisa menyamai standar pembinaan nasional yang saat ini berkembang di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami berharap Undana bisa menjadi pusat pembinaan utama di daerah ini,” tambahnya.

🚀 Bidik PON 2028, NTT Siap Cetak Atlet Kelas Nasional

Kerja sama antara Undana dan Pengprov Wushu NTT diharapkan segera berlanjut pada tahap teknis pemanfaatan sarana dan prasarana kampus.

Fokus utamanya yakni menjaring bibit muda potensial dari kalangan mahasiswa dan generasi muda NTT.

Selain itu, sinergi ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang bisa mengharumkan nama Flobamorata di level nasional hingga internasional.

Jika kolaborasi ini berjalan maksimal, bukan tidak mungkin Wushu NTT bakal menjadi salah satu kekuatan baru pada PON 2028 nanti. 🔥🥋 (Sumber: Humas Undana- Alk / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *