Telur Rebus Matang atau Setengah Matang? Ini Fakta yang Diungkap Penelitian

Foto: Ilustrasi
Telur rebus matang dan setengah matang memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Namun, telur matang lebih direkomendasikan karena protein lebih mudah diserap tubuh dan risikonya terhadap infeksi bakteri lebih rendah.

BEBER FAKTA — Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, bergizi, dan terjangkau. Meski banyak orang menyukai tekstur telur setengah matang, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pilihan paling sehat tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizinya, tetapi juga keamanan pangan dan kemampuan tubuh menyerap protein.

🥚 Kandungan Gizi Hampir Sama

Telur mengandung protein berkualitas tinggi dengan sembilan asam amino esensial. Selain itu, telur juga kaya vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, serta lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata.

Proses memasak memang memengaruhi beberapa zat gizi yang sensitif terhadap panas. Penelitian dalam *American Journal of Clinical Nutrition* tahun 2023 menunjukkan telur setengah matang mampu mempertahankan kadar lutein dan zeaxanthin sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan telur matang sempurna.

Kedua antioksidan tersebut berperan melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu menjaga fungsi penglihatan.

💪 Protein Lebih Mudah Diserap

Meski kandungan gizinya hampir sama, tubuh lebih mudah menyerap protein dari telur matang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam *The Journal of Nutrition* menunjukkan tubuh dapat menyerap sekitar 90 persen protein dari telur matang. Sebaliknya, penyerapan protein pada telur mentah hanya sekitar 50 persen.

Pemanasan mengubah struktur protein sehingga enzim pencernaan lebih mudah mengolahnya. Karena itu, telur rebus matang memberikan manfaat protein yang lebih optimal dibandingkan telur setengah matang atau mentah.

⚠️ Risiko Infeksi Salmonella

Perbedaan paling besar antara telur setengah matang dan matang terletak pada aspek keamanan pangan.

Telur yang belum matang sempurna masih berpotensi mengandung bakteri *Salmonella*, terutama jika penyimpanan dan penanganannya kurang baik.

Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.

Risiko ini perlu mendapat perhatian khusus bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Memasak telur hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar matang menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi.

✅ Mana yang Lebih Direkomendasikan?

Jika hanya melihat nilai gizinya, telur rebus setengah matang dan matang memiliki perbedaan yang relatif kecil.

Namun, dari sisi keamanan pangan dan penyerapan protein, telur rebus matang lebih direkomendasikan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap infeksi.

Sementara itu, individu sehat yang mengonsumsi telur dari sumber terpercaya umumnya tetap dapat mengonsumsi telur setengah matang. Meski demikian, memasak telur hingga matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman tanpa mengurangi manfaat gizinya secara signifikan.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *