Festival Budaya Oeba Jadi Panggung Keberagaman, Wali Kota: Budaya Pinjaman Anak Cucu

Foto: Ist. (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Festival Budaya Kelurahan Oeba ke-2 berlangsung di Halaman Kantor Lurah Oeba, Rabu (16/9/2026). Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menilai budaya harus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi berikutnya.

BEBER FAKTA— Festival Budaya Oeba 2026 mengusung tema “Jejak Leluhur, Semangat Masa Kini”. Kegiatan tersebut menghadirkan seni, tradisi, UMKM, pelayanan publik, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Oeba Jadi Ruang Perjumpaan Warga

Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo. Warga dari berbagai kelompok usia memadati lokasi kegiatan di Kecamatan Kota Lama.

Hadir Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si., dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Getha, S.T., M.M.

Turut hadir Camat Kota Lama Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, S.H., M.M., para lurah, Lurah Oeba Rina Marlina Saudale, S.Pt., serta tokoh masyarakat.

Ketua LPM, RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, pelaku seni, UMKM, donatur, dan sponsor juga hadir.

Wali Kota Soroti Makna Festival

Dr. Christian mengapresiasi antusiasme warga Oeba dalam festival tersebut. Ia menyebut partisipasi warga termasuk yang paling ramai selama menghadiri rangkaian festival budaya.

“Terima kasih khusus untuk Kelurahan Oeba yang sudah mengadakan festival budaya ini. Antusias warganya luar biasa,” ujar dr. Christian.

Baca Juga: Pelantikan DPD HKTI Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026

Menurutnya, festival budaya tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun manusia dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

“Membangun sebuah kota itu bukan hanya membangun fisiknya, tapi harus membangun manusianya juga,” tegasnya.

Ia menyebut pembangunan juga perlu memperhatikan pendidikan, kesehatan, kebersihan, karakter, toleransi, dan ruang kreativitas masyarakat.

Budaya Disebut Pinjaman Anak Cucu

Dr. Christian mengingatkan masyarakat agar tidak memandang budaya sekadar peninggalan masa lalu. Menurutnya, budaya harus dijaga untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita. Mindset kita harus begitu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, cara pandang tersebut membuat masyarakat memiliki tanggung jawab dalam menjaga budaya.

“Kalau kita berpikir ini hanya warisan, kadang kita suka-suka pakainya. Tapi kalau kita sadar bahwa ini adalah pinjaman dari anak cucu kita, maka kita wajib menjaganya baik-baik,” jelasnya.

Keberagaman Jadi Kekuatan Oeba

Wali Kota juga menilai Kelurahan Oeba menggambarkan keberagaman Kota Kupang. Berbagai agama, etnis, dan suku hidup berdampingan dalam satu lingkungan.

“Kelurahan Oeba ini miniaturnya Kota Kupang. Tadi Pak Ketua Panitia menyampaikan ada semua agama, etnis, dan suku di sini,” kata dr. Christian.

Ia menegaskan keberagaman harus menjadi kekuatan, bukan penghalang dalam kehidupan masyarakat.

“Keberagaman di Kota Kupang bukan jadi penghalang, tetapi jadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, melainkan jembatan,” ujarnya.

Menurutnya, harmoni tidak berarti semua masyarakat harus memiliki identitas yang sama.

“Harmoni itu bukan berarti harus sama atau seragam. Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa menjaga keseimbangan dan persatuan di antara kita,” katanya.

Festival Juga Dorong Pemberdayaan

Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oeba, David C. Octovianus, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Oeba berupaya mempertahankan seni dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi. Upaya tersebut juga dilakukan saat berbagai budaya baru terus masuk ke masyarakat.

Festival Budaya Oeba 2026 menghadirkan karnaval dengan pakaian etnis NTT, pentas seni dan budaya, serta lomba tarian etnis Flores.

Panitia juga menghadirkan pasar UMKM, pelayanan PBB-P2, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Budaya Bertemu Ekonomi Warga

Pasar UMKM menjadi bagian penting dalam rangkaian festival. Pelaku usaha mendapat ruang untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Festival akhirnya tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya. Kegiatan tersebut juga mempertemukan pelaku UMKM dengan warga yang hadir.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, jajaran kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, donatur, sponsor, dan seluruh warga Oeba.

Seluruh pihak tersebut ikut bergotong royong mendukung pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Oeba ke-2.(Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *