Wali Kota Gaspol Dukung KOMPAK

Pensiunan Siap Comeback Bangun Kupang!

Foto: Abi Letman - Bag. Prokopim Setda Kota Kupang.

Legalitas dikebut, kolaborasi diperkuat. Christian Widodo ajak pensiunan ASN ambil peran strategis demi Kota Kupang yang lebih maju dan inklusif.

Audiensi Hangat, Semangat Baru

BF, Kupang – dr. Christian Widodo menerima audiensi Komunitas Pensiunan Pegawai Negeri Kota Kupang (KOMPAK), Senin (2/3). Pertemuan berlangsung di ruang kerjanya dengan suasana hangat.

Foto: Abi Letman-Bag. Prokopim Setda Kota Kupang

Ketua KOMPAK, Adrianus Lusi, memimpin langsung rombongan pengurus. Sementara itu, Kepala BKPPD Kota Kupang, Abul Avensius, turut mendampingi wali kota.

Adrianus menjelaskan, KOMPAK lahir pada Mei 2023. Para pensiunan ASN membentuk wadah ini agar tetap solid dan produktif.

“Kami tidak ingin setelah pensiun hanya diam. Kami ingin tetap berkontribusi,” tegas Adrianus.

Saat ini, KOMPAK memiliki 72 anggota aktif. Mereka rutin membayar iuran Rp20 ribu per bulan. Dana itu membantu anggota yang berduka. Selain itu, pengurus sedang mengurus legalitas resmi organisasi.

Pagu Rp500 Juta, Bukan Dana Tunai

KOMPAK juga menyampaikan sejumlah masukan strategis. Mereka menyoroti pagu indikatif Rp500 juta per kelurahan, Posyandu lansia, kebersihan kota, hingga penguatan penanganan HIV-AIDS.

Foto: Abi Letman – Bag. Prokopim Setda Kota Kupang.

Menanggapi hal itu, wali kota langsung meluruskan isu pagu anggaran. Ia menegaskan, Rp500 juta bukan dana tunai untuk kelurahan.

Sebaliknya, angka itu merupakan pagu program di perangkat daerah. Namun, kelurahan tetap bisa mengusulkan prioritas sesuai kebutuhan warga.

“Kalau usulannya jalan, drainase, atau lampu penerangan, dan masih dalam pagu, harus dijalankan,” tegasnya.

Dengan demikian, program tetap tepat sasaran dan sejalan RPJMD Kota Kupang.

Tantangan Fiskal dan Target Adipura

Terkait Posyandu lansia, wali kota mengakui adanya tekanan fiskal. Pemerintah melakukan efisiensi hingga Rp204 miliar pada 2026.

Meski begitu, ia memastikan aspirasi lansia tetap masuk prioritas. Bahkan, pemkot akan mencari dukungan pemerintah pusat melalui proposal resmi.

Selain itu, ia menargetkan pembenahan kota secara menyeluruh. Ia ingin Kupang kembali meraih Adipura.

Karena itu, pemkot akan menata lapak di titik strategis. Pemerintah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Soal Tata Ruang dan HIV-AIDS

Wali kota turut menyoroti praktik pemakaman di halaman rumah. Ia menegaskan aturan tata ruang harus ditegakkan.

“Kita tidak boleh membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, ia membuka ruang evaluasi Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang HIV-AIDS. Pemerintah akan menyesuaikan regulasi dengan kondisi terkini. KPAD Kota Kupang tetap melakukan pendataan dan sosialisasi aktif.

Siap Jadi Pembina, Buka Peluang Hibah

Sebagai bentuk apresiasi, wali kota siap menjadi pembina atau penasihat KOMPAK. Namun, ia meminta legalitas organisasi segera dirampungkan.

Setelah itu, pemerintah membuka peluang hibah daerah sesuai regulasi.

“Tidak ada Kota Kupang hari ini tanpa jasa Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.

Audiensi pun ditutup dengan komitmen kolaborasi jangka panjang. Pemerintah dan KOMPAK sepakat memperkuat sinergi demi Kupang yang maju, inklusif, dan berkelanjutan. (Dikutip dari: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Enjel Lasbaun/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *