Kejagung Buru Jaringan SPPG Terafiliasi Bos BGN

Rp6 Juta Sehari per Dapur! Jejak Duit MBG Mulai Terkuak

Olahgrafis cover: Vico Patty-BF
Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis makin panas. Kejagung kini memburu jejak ratusan dapur MBG yang diduga terhubung dengan para tersangka. Nilai keuntungannya bikin geleng kepala.

BEBER FAKTA-Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi tata kelola anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka, penyidik kini memburu seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terafiliasi dengan mereka.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) saat ini fokus memetakan jaringan yayasan dan dapur MBG yang diduga menjadi pintu masuk keuntungan para tersangka.

🔥 Kejagung Kejar Jejak Dapur MBG

Direktur Penyidikan JAM Pidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan tim penyidik masih bergerak cepat mengumpulkan bukti.

“Masih kami data, masih bergerak terus karena penetapan tersangka baru dilakukan satu hari.”

Baca Berita di Tiktok @beber_fakta: 🚨 AKANKAH PENYELIDIKAN BGN MERAMBAH KE DAERAH TERMASUK DI NTT?

Selain itu, penyidik terus melakukan penggeledahan, memeriksa saksi, dan menyita berbagai dokumen penting.

“Saat ini kami masih sangat intensif mencari dan mengumpulkan barang bukti melalui penggeledahan, pemeriksaan saksi, maupun penyitaan,” tegas Syarief.

💸 Rp6 Juta Per Hari dari Setiap SPPG

Temuan sementara menunjukkan adanya dugaan keuntungan fantastis yang mengalir dari setiap SPPG kepada para tersangka.

Menurut Kejagung, setiap dapur MBG yang berada di bawah yayasan terafiliasi diduga menyetor keuntungan sekitar Rp6 juta per hari.

“Kurang lebih Rp6 juta per hari dari setiap SPPG,” ungkap Syarief.

Jika jumlah SPPG yang terafiliasi mencapai puluhan hingga ratusan unit, nilai keuntungan yang terkumpul setiap hari bisa mencapai angka yang sangat besar.

🏢 Yayasan Diduga Tak Layak, Tapi Tetap Lolos

Penyidik juga menemukan indikasi bahwa sejumlah yayasan yang mengelola SPPG tidak memenuhi syarat menjadi mitra resmi BGN.

Namun ironisnya, yayasan tersebut diduga tetap mendapat akses mengelola program MBG melalui proses verifikasi yang telah diatur.

Karena itu, penyidik mendalami dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penunjukan mitra serta kemungkinan adanya praktik pengaturan proyek sejak awal.

⚠️ Anggaran Rp268 Triliun Kini Jadi Sorotan

Kasus ini menyita perhatian publik karena menyangkut salah satu program prioritas pemerintah dengan anggaran jumbo.

Data Kejagung menunjukkan anggaran MBG mencapai Rp85,27 triliun pada 2025. Bahkan, nilainya melonjak menjadi Rp268 triliun pada 2026.

Selain dugaan permainan yayasan, penyidik juga menemukan indikasi penggelembungan harga atau markup dalam sejumlah pengadaan barang dan jasa.

🚨 Kerugian Negara Dipastikan Ada

Kejagung menegaskan perkara ini tidak hanya menyangkut pelanggaran prosedur, tetapi juga kerugian negara.

“Potensi kerugian negara ada, bahkan sudah pasti ada. Saat ini jumlahnya masih dalam proses perhitungan,” kata Syarief.

Kini penyidik terus menelusuri jumlah SPPG yang terafiliasi, aliran dana yang diterima para tersangka, serta total kerugian negara yang ditimbulkan.

Semakin banyak fakta terungkap, semakin besar pula pertanyaan publik: berapa sebenarnya uang negara yang mengalir dari program makan anak-anak Indonesia ke kantong segelintir orang? (*/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *