Isu Kekerasan Seksual dan Fasilitas Kampus Jadi Sorotan BLM Undana

Indralius Hili Galli, (Kiri), Ketua BLM PT Undana, (Foto: Aisyah - Humas Undana / Olahgrafis: Vico Patty-BF)
Mahasiswa Undana tak tinggal diam. Mereka mulai menyusun langkah konkret untuk mengawal isu kekerasan seksual hingga fasilitas belajar yang dinilai masih perlu dibenahi.

BEBER FAKTA – Badan Legislatif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BLM PT) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Rapat Anggota Tahun 2026 di lingkungan kampus Undana, Kupang.

Forum tertinggi mahasiswa ini menjadi ruang evaluasi program kerja, konsolidasi gagasan, sekaligus penentuan arah gerakan mahasiswa dalam mengawal berbagai kebijakan kampus.

🚨 Kekerasan Seksual dan Fasilitas Jadi Agenda Utama

Ketua BLM PT Undana, Indralius Hili Galli, mengatakan rapat anggota kali ini membahas sejumlah isu strategis yang menyentuh langsung kehidupan mahasiswa.

Selain mengevaluasi program kerja dan menyusun regulasi menjelang pemilihan Ketua BLM PT serta Ketua BEM Undana, forum ini juga memberi perhatian serius pada isu kekerasan seksual dan fasilitas pembelajaran.

“Fokus pembahasan kami adalah bagaimana arah pergerakan mahasiswa dalam mengawal isu-isu yang ada di Universitas Nusa Cendana. Salah satunya terkait kekerasan seksual yang masih menjadi perhatian serius, serta pemenuhan infrastruktur untuk mendukung kesejahteraan belajar mahasiswa,” tegas Indralius.

Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai pengawas aktif agar kampus tetap aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika.

🏫 Desak Perbaikan Infrastruktur Kampus

Selain isu sosial, peserta rapat juga menyoroti kebutuhan infrastruktur penunjang perkuliahan.

Mahasiswa menilai fasilitas belajar yang memadai merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan akademik di lingkungan kampus.

Karena itu, berbagai masukan dan rekomendasi disusun untuk menjadi bahan evaluasi bagi pihak universitas.

🤝 Minta Dialog Terbuka dengan Rektorat

BLM PT Undana juga mendorong terciptanya komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan birokrasi kampus.

Hasil rapat nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi yang diserahkan kepada pimpinan universitas. Selanjutnya, BLM PT berkomitmen mengawal pelaksanaan rekomendasi tersebut melalui fungsi pengawasan organisasi.

Mahasiswa berharap kolaborasi yang sehat antara organisasi kemahasiswaan dan pihak kampus dapat memperkuat tata kelola universitas yang lebih responsif, demokratis, dan berdaya saing.

🔥 Jaga Marwah Mahasiswa sebagai Pengawal Kampus

Melalui Rapat Anggota 2026, BLM PT Undana ingin mengembalikan peran mahasiswa sebagai kekuatan penyeimbang dalam lingkungan kampus.

Selain mengawal penanganan kekerasan seksual dan pemenuhan fasilitas belajar, mahasiswa juga berupaya memastikan proses transisi kepemimpinan BEM dan BLM berjalan demokratis, transparan, serta bebas dari intervensi. (Sumber: Humas Undana – IyL / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *