Pakar Indonesia-Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Penyakit Hewan

AJIVE 2026 Digelar di Undana!

Cover: Rektor Undana, Dekan FKKH Undana, Perwakilan Jepang dan Ketua AFKHI saat memberikan keterangan pada Media Partner Undana, Jumat (5/6/2026). Olahgrafis: Vico Patty-BF
Forum internasional AJIVE 2026 resmi digelar di Kupang. Akademisi Indonesia dan Jepang berkumpul, membahas masa depan kesehatan hewan di tengah ancaman perubahan iklim dan penyakit zoonosis.

BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencuri perhatian dunia akademik. Kampus terbesar di NTT itu dipercaya menjadi tuan rumah 10th International Symposium of the Association of Japan–Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026.

Simposium internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, hingga pemangku kepentingan bidang kedokteran hewan dari Indonesia dan Jepang.

🎭 Dibuka Meriah dengan Tarian Rote

AJIVE 2026 berlangsung di Grha Undana, Kupang, dan diawali penampilan tarian tradisional Rote yang memukau peserta internasional.

Mengusung tema Strengthening AJIVE Collaboration in Sustaining Animal Health”, forum ini fokus memperkuat kolaborasi global demi kesehatan hewan yang berkelanjutan.

🤝 Undana Bangga Jadi Tuan Rumah

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menyebut AJIVE menjadi momentum penting untuk memperkuat riset dan kolaborasi internasional.

Baca Berita di Tiktok @beber_fakta: 💻 FH Undana upgrade total wajah digital kampus!

“Di tempat ini kita akan berdiskusi bersama para pakar dari seluruh Indonesia dan mitra dari Jepang untuk menghasilkan berbagai solusi terhadap tantangan di bidang kedokteran hewan.”

Sementara itu, Prof. Kiyoshi Kano dari Yamaguchi University Jepang mengapresiasi kesiapan Undana.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Jepang semakin erat, tidak hanya di bidang kedokteran hewan tetapi juga bidang lainnya.”

🐄 NTT, Gudang Ternak yang Jadi Sorotan Dunia

Dekan FKKH Undana, Dr. Christina Olly Lada, menegaskan AJIVE 2026 menjadi bukti komitmen memperkuat kemitraan internasional melalui pendekatan **One Health** yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Menurutnya, NTT memiliki posisi strategis karena dikenal sebagai salah satu sentra peternakan nasional.

“Bagi NTT yang merupakan gudang ternak Indonesia, kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat pengembangan ilmu kesehatan hewan dan peternakan.”

🌍 Ancaman Global Jadi Fokus Pembahasan

Selain memperkuat kerja sama akademik, peserta AJIVE membahas berbagai isu krusial. Mulai dari perubahan iklim, penyakit zoonosis, mobilitas ternak lintas wilayah, keamanan pangan, hingga kesejahteraan hewan.

Karena itu, para peserta mendorong lahirnya riset kolaboratif dan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan di berbagai negara.

Forum ini juga menghadirkan sesi pleno internasional, diskusi ilmiah, presentasi penelitian, networking session, gala dinner, hingga city tour bagi peserta.

AJIVE sendiri menjadi jembatan kerja sama pendidikan kedokteran hewan Indonesia-Jepang yang selama ini konsisten mendorong kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *