KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan 2.210 guru profesional lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025. Prosesi berlangsung hybrid di Aula FKIP Undana, Rabu (28/1/2026). Para lulusan sebelumnya lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG).
Selain itu, Undana menargetkan para guru baru langsung memperkuat mutu pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: “Undana Kukuhkan 11 Dokter, Soroti Empati di Era Digital”
Lulus Uji Kompetensi Ketat
Para peserta melewati dua tahapan utama, yaitu Ujian Kinerja dan Ujian Pengetahuan. Karena itu, kampus memastikan lulusan memiliki standar profesional yang jelas.
Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., menegaskan tanggung jawab moral para guru profesional sangat besar. Ia juga meminta lulusan menjaga integritas sepanjang karier.
“Guru profesional harus konsisten menjaga komitmen. Integritas menentukan masa depan generasi bangsa,” tegas Malkisedek.
Adaptif Hadapi Era Digital
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyoroti tantangan teknologi digital. Ia mendorong guru terus belajar dan beradaptasi.
Menurutnya, guru perlu meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal perkembangan zaman. Oleh sebab itu, ia menyebut pelantikan ini sebagai awal perjalanan panjang.
Nonton Video Tiktok @beber_fakta: “Soal Pembangunan Masjid, Wali Kota, Tidak Menolak Tapi Harus Lengkapi Persyaratan”
“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia pendidikan berubah sangat cepat,” jelas Annytha.
Selain pihak kampus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT juga memberi perhatian serius. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Alfonsius Ara Kian, meminta lulusan segera menunjukkan kualitas di sekolah.
Ia berharap guru baru menjadi teladan dan memberi dampak nyata bagi siswa.
Perjuangan Raih Sertifikat Pendidik
Di sisi lain, perwakilan lulusan, Inggrid Kota, S.Pd., Gr., menceritakan proses panjang selama mengikuti PPG. Ia menyebut peserta membagi waktu antara belajar dan mengajar.
Namun demikian, tantangan tersebut membentuk sikap mandiri dan profesional. Para peserta juga belajar melakukan refleksi berkelanjutan.
“PPG mengajarkan kami terus berkembang. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus bertransformasi,” ujar Inggrid.
Melalui pengukuhan ini, Undana menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan nasional. Kampus juga mendorong lahirnya guru kompeten, berintegritas, dan adaptif menghadapi masa depan. (***)











