Prodi Kimia Industri Garam segera hadir. Kolaborasi Undana dan Pemkab Nagekeo ini digadang-gadang jadi game changer bagi industri garam NTT.
BEBER FAKTA – Potensi garam di Kabupaten Nagekeo akhirnya mendapat perhatian serius. Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo kini mematangkan pembukaan Program Studi (Prodi) Kimia Industri Garam, sebuah jurusan yang dirancang khusus untuk mengolah kekayaan lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.
Langkah strategis itu dibahas dalam rapat koordinasi antara Sekda Nagekeo, Imanuel Ndun, dan pimpinan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana di Kupang.
🧂 Jurusan Baru yang Fokus pada Industri Garam
Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa Prodi Kimia Industri Garam menjadi salah satu program prioritas kampus.
Menurutnya, jurusan ini akan mencetak tenaga ahli yang mampu mengelola industri garam dari hulu hingga hilir.
“Garam merupakan komoditas yang luar biasa di Nagekeo. Potensi ini harus didorong agar mampu memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Prof. Philiphi.
Selain itu, Undana akan menyiapkan tenaga pengajar dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
🎓 Kuliah Jarak Jauh untuk Warga Flores
Agar akses pendidikan semakin luas, Undana dan Pemkab Nagekeo juga sedang merancang sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Dengan skema ini, masyarakat Flores dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus pindah ke Kota Kupang. Karena itu, peluang meningkatkan kualitas SDM lokal menjadi semakin terbuka.
🏭 Tambak Garam Bakal Jadi Laboratorium
Saat ini, kedua pihak tengah merampungkan dokumen teknis dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Selanjutnya, Pemkab Nagekeo akan mendukung penyediaan fasilitas praktik, termasuk laboratorium lapangan dan kawasan tambak garam yang dapat digunakan mahasiswa untuk riset langsung.
“Undana berkomitmen menyiapkan SDM pengajar dan kurikulumnya, sedangkan pemerintah daerah akan mendukung ketersediaan fasilitas penunjang.”
🚀 Kurangi Ketergantungan, Dorong Industrialisasi
Prodi ini tidak hanya fokus pada pendidikan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan NTT terhadap pasokan garam industri dari luar daerah.
Di sisi lain, pengelolaan garam tradisional juga dapat bertransformasi menjadi industri berbasis sains dan teknologi. Karena itu, Prodi Kimia Industri Garam berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran Undana sebagai kampus yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja di NTT. (Sumber: Humas Undana – Van / Vip-BF)











