Siswi SMPN 10 Kupang Jadi Korban Perundungan

Video Pelaku Beredar di Medsos

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Seorang siswi SMPN 10 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial SRSM (14) menjadi korban penganiayaan dan perundungan oleh sekelompok pelajar di sekolahnya. Tidak hanya dipukul, siswi kelas VIII itu juga dihina secara kejam oleh teman-temannya. Lebih sadis lagi, aksi kekerasan tersebut direkam lalu disebarkan ke grup WhatsApp dan berbagai platform media sosial lainnya.

BERITA TERKAIT: Plt. Kadis P&K Kota Kupang, Ernest Ludji: “Tindak Tegas Pelaku Bullying di SMPN 10 Kupang”

Korban mengaku bahwa selama ini ia kerap menjadi sasaran ejekan hanya karena tinggal di Panti Asuhan Sonaf Maneka Lasiana.

“S dan beberapa temannya sering membully saya. Kami diejek tinggal di panti, disebut miskin dan tidak punya orang tua,” ungkap SRSM saat ditemui di Polsek Kota Lama, Sabtu (22/11/2025).

SRSM bersama kakaknya memang tinggal di panti asuhan tersebut bersama lebih dari 120 anak lainnya.

Kronologi Kejadian
Insiden penganiayaan terjadi pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 10.00 Wita di depan SMPN 10 Kupang, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Pelaku utama berinisial S kembali membully dan memukul korban. Atas permintaan S, salah satu temannya turut merekam aksi kekerasan tersebut. Bahkan, S mengajak seorang rekannya—yang juga siswi SMPN 10—untuk ikut menganiaya korban.

Lihat INFOGRAFIS: “Penyebab Terjadinya Perundungan di Sekolah” di akhir berita

Tak mampu melawan, korban hanya pasrah dan pulang ke panti dalam kondisi menangis serta menahan sakit. Ia bahkan mogok makan. Ibunya, MIMB (54), yang merupakan pengasuh panti, mulai curiga dengan perubahan perilaku anaknya dan akhirnya mendengar langsung pengakuan bahwa SRSM dipukul beberapa teman sekolahnya.

“Korban mengalami sakit pada perut dan kaki. Ia juga trauma, merasa takut dan terus menangis bila mengingat kejadian itu,” ungkap sang ibu. (Vico-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *