Cara Bagian Kesra Kota Kupang Membangun Transparansi Bantuan untuk Warga
DI KOTA KUPANG, upaya membangun transparansi kini benar-benar terasa di tengah kehidupan warga. Dari deretan kegiatan sosial-keagamaan hingga bantuan pendidikan dan sosial, Pemerintah Kota Kupang membuka lebar jendela informasi agar masyarakat bisa melihat jelas ke mana arah kebijakan dan bantuan digerakkan.
Di balik itu semua, Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kupang menjadi salah satu simpul penting. Mereka bukan hanya melayani, tetapi memastikan setiap fasilitas yang diberikan pemerintah benar-benar terlihat oleh publik.

“Kami di Bagian Kesra sekarang lebih banyak menggunakan media sosial, khususnya Instagram dan Facebook sebagai sarana untuk memberitakan kepada masyarakat,” ujar Kepala Bagian Kesra, Jony Bire, S.H. “Warga harus tahu apa yang kami lakukan dan bagaimana bantuan itu disalurkan.”
Transparansi yang Menyentuh Kehidupan Warga
Sejak awal, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan tidak boleh lagi berjalan dalam ruang gelap. “Pemerintah harus membuka pintu lebar-lebar. Warga berhak melihat dan menilai pekerjaan kami,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.
Wakil Wali Kota Serena Cosgrofa Francis menambahkan, “Setiap program harus bisa ditelusuri, dan setiap bantuan harus punya jejak yang jelas. Transparansi adalah bentuk penghormatan kami kepada masyarakat.”
Pesan inilah yang diterjemahkan Kesra dalam langkah-langkah konkret. Selain memaksimalkan media sosial, Kesra membentuk berbagai grup WhatsApp untuk mahasiswa, rohaniawan, rekanan, hingga komunitas sosial agar informasi mengalir cepat.
“Kami ingin warga mendapatkan info tanpa harus datang jauh-jauh ke kantor. Semuanya disampaikan terbuka,” kata Jony.
Ragam Bantuan dan Kegiatan Sepanjang 2025
Di meja kerja Kesra setiap harinya, ada banyak daftar nama, proposal kegiatan, rencana acara keagamaan, dan data penerima bantuan. Tahun 2025 mencatat aktivitas yang padat—menyentuh hampir semua golongan, agama, dan usia.
Berikut rangkaian kegiatan dan bantuan yang disalurkan Kesra sepanjang tahun 2025:
Bantuan Keagamaan dan Perayaan Lintas Agama
- Buka puasa bersama di Masjid Raya Nurussaadah (Maret 2025), melibatkan ASN Muslim, warga sekitar, dan anak panti asuhan.
- Dharma Santi Waisak di Hotel Aston (Juni 2025), dihadiri Gubernur NTT, Wali Kota, dan umat Buddha.
- Perayaan Hari Raya Nyepi dan pawai Ogoh-Ogoh di Jalan Eltari (Maret 2025).
- Perayaan Paskah Oikumene di Kantor Wali Kota, dilanjutkan Berbagi Kasih untuk panti asuhan dan anak jalanan.
- Penyegaran iman untuk empat agama—Kristen, Katolik, Hindu, dan Islam—dilaksanakan selama sebulan penuh dengan dua kegiatan setiap bulan.
- Bantuan hewan kurban Idul Adha, berupa 1 ekor sapi untuk masing-masing 16 masjid.
Kegiatan Pembinaan Kaum Muda dan Lintas Komunitas
- Kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Fransiskus Asisi BTN (Februari 2025).
- Pembinaan Pemuda Katolik tentang penanganan sampah, dilaksanakan di Balai Guru Penggerak NTT.
- Peningkatan kapasitas iman Pemuda Kristen di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, diikuti 100 peserta selama tiga hari.
Layanan dan Dukungan Sosial ke Masyarakat
- Khitanan Massal di Masjid Darul Hijrah BTN (Juni 2025) dengan 125 peserta.
- Penyelenggaraan Haji: Pemkot melepas dan menjemput 187 jamaah, dan 166 orang kembali ke Kupang (Mei–Juli 2025).
- Pernikahan Massal untuk 92 pasangan, terdiri dari Katolik, GMIT, dan denominasi lainnya.
- Lomba Line Dance Lansia di Taman Nostalgia, memperkuat ruang interaksi lansia Kota Kupang.
- Bantuan tunai kepada 16 panti asuhan di seluruh wilayah Kota Kupang.
- Bantuan pembangunan, kegiatan, dan multimedia untuk 38 rumah ibadah berbagai denominasi.
Pendidikan, Anak, dan Generasi Muda
- Beasiswa bagi 1.047 mahasiswa asal Kota Kupang—salah satu program terbesar di Kesra.
- Kegiatan UKS berupa edukasi kesehatan untuk anak SD dan SMP.
Kegiatan Besar Pemerintah Kota
- Perayaan HUT Kota Kupang pada 25 April 2025.
- Peringatan HUT RI, melibatkan berbagai elemen warga.
- Natal Bersama ASN, anak panti, lomba pohon Natal, dan Festival Malam Puji-Pujian di Taman Nostalgia.
Selain itu, Kesra juga mendukung penyelenggaraan STQ Tingkat Kota, Seleksi UDG, serta agenda-agenda keagamaan dan sosial lainnya yang tersebar sepanjang tahun.
Jejak Keterbukaan yang Bisa Diikuti Publik
Setiap kegiatan dan bantuan tersebut tidak berjalan diam-diam. Semuanya dipublikasikan melalui unggahan foto, video pendek, informasi jadwal, dan dokumentasi pasca-kegiatan. Warga dapat menelusuri siapa penerimanya, di mana kegiatan dilakukan, hingga apa saja dampaknya.

Wali Kota Christian Widodo menegaskan, “Kami ingin setiap bantuan memiliki jejak transparansi. Pemerintah harus bisa diperiksa masyarakat, bukan sebaliknya.”
Sementara Wakil Wali Kota Serena menambahkan, “Bantuan ini untuk warga, jadi wargalah yang harus paling tahu.”
Prinsip itu kini menjadi bagian dari ritme kerja Bagian Kesra.

Transparansi sebagai Jalan Merawat Kepercayaan
Di ruang kerjanya yang sangat sempit dan sederhana di lantai tiga Gedung Kantor Walikota, Jony Bire menyadari betul bahwa dana bantuan pemerintah adalah amanah publik. Karena itu, baginya transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral.
“Kami ingin setiap orang merasa punya akses. Bantuan pemerintah itu hak publik, dan kami bertugas memastikan itu sampai dengan benar,” ujar Jony.
Di antara daftar panjang kegiatan, di antara unggahan-unggahan media sosial, transparansi tumbuh bukan sebagai slogan, melainkan sebagai kebiasaan baru.
Sebuah kebiasaan yang perlahan membangun kepercayaan antara pemerintah dan warganya.
Karena bagi Kota Kupang, bantuan yang mengalir dengan jujur bukan hanya soal administrasi—melainkan tentang menghadirkan pemerintah di tengah kehidupan masyarakatnya, satu kegiatan dan satu bantuan pada satu waktu. (Vico/Tim-BF/Niw/ADV.)











