Isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan nilai Rp1,8 triliun menjadi sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengecek informasi tersebut, sementara PT Agrinas Pangan Nusantara membantah pernah menyampaikan adanya proyek itu.
BEBER FAKTA— Isu proyek kipas angin bernilai Rp1,8 triliun ramai diperbincangkan setelah muncul dalam pembahasan di DPR RI. Hingga kini, Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi, dan PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan penjelasan berbeda terkait kabar yang beredar.
🌀 Menkeu Akan Cek Informasi Proyek
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui informasi mengenai dugaan pengadaan kipas angin tersebut.
“Saya nggak tahu yang… saya nggak tahu. Nanti saya cek,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Purbaya menjelaskan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berada di bawah tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara, termasuk pengadaan barang dan manajemennya.
Sementara itu, Kementerian Keuangan hanya bertugas membayar cicilan pembiayaan modal koperasi melalui Dana Desa yang dialokasikan dalam APBN.
“Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja. Cuma manajemen segala macam di sana,” ujar Purbaya.
🏛️ Isu Bermula dari Rapat DPR
Isu pengadaan kipas angin pertama kali mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Rabu (15/7/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kebenaran kabar pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan nilai Rp1,8 triliun.
Menurut Mufti, harga kipas angin di pasaran hanya sekitar Rp300 ribuan per unit. Ia menilai pembelian dalam jumlah besar seharusnya membuat harga menjadi lebih efisien.
“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp1,8 triliun… betul tidak pak?” tanya Mufti dalam rapat tersebut.
💬 Menteri Koperasi: Bukan Pengadaan Kami
Menanggapi pertanyaan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan tersebut bukan dilakukan oleh kementeriannya.
Ferry mengatakan tidak mengetahui secara pasti informasi yang beredar. Ia hanya memberi contoh bahwa kipas angin tipe tertentu, seperti Imatsu MDF, memiliki harga sekitar Rp11.464.000 per unit di platform e-commerce.
Baca juga: Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Zulhas: Hasil Panen Petani Juga Akan Diserap
Selain itu, Ferry menjelaskan Kementerian Koperasi telah mengembangkan Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).
Melalui sistem tersebut, pemerintah menampilkan dashboard yang memuat data barang dan subsidi yang telah diterima koperasi.
🏢 Bos Agrinas Bantah Pernah Sebut Angka Rp1,8 Triliun
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menegaskan dirinya tidak pernah menyampaikan adanya pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun.
“Itu kan (kipas angin) sarana prasarana. Tapi kalau kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu,” ujar Joao di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Dokter Icha: Tiga Jam Gelar Perkara yang Mengubah Arah Kasus
Joao juga mengaku tidak pernah menggelar rapat mengenai pengadaan kipas angin tersebut dan tidak mengetahui asal informasi yang ramai diperbincangkan.
“Saya enggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita,” katanya.
📌 Klarifikasi Anggaran Masih Ditunggu
Joao juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan mengenai tanggung jawab anggaran pengadaan.
Menurutnya, PT Agrinas Pangan Nusantara hingga kini belum menerima alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan.
“Nanti nanti saya tanya Pak Menkeu gitu. Pak Menkeu sudah kasih uang belum? Saya belum merasa gitu,” tutur Joao.(*/Red.03-BF)











