IMPAS: Digitalisasi Mengalir hingga Ruang Laboratorium

SMART CITY & LAYANAN PUBLIK DIGITAL (12)

Foto/Grafis: Vico Patty

PADA suatu pagi awal November 2025, aroma alkohol medis samar tercium di ruang meeting UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kupang. Bob Delinus de Kock, S.Si., Apt., MPH, duduk dengan map berwarna biru di tangannya—dokumen yang, menurutnya, akan mengubah cara Labkesda melayani masyarakat.

“Selama ini kita masih menggunakan sistem manual… semua dicatat di kertas. Dengan IMPAS, kita mulai bertransformasi ke arah digitalisasi,” katanya sambil tersenyum kecil, mengingat betapa tebalnya tumpukan formulir yang selama ini menghuni laci-laci lab.

IMPAS—Integrated Management Patient System—bukan sekadar aplikasi baru. Ia adalah langkah nyata bahwa transformasi digital Kota Kupang kini menelusup hingga unit-unit teknis yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Foto/Grafis: Vico

Dari Kertas ke Layar: Lompatan Besar Sebuah Laboratorium

Bob menjelaskan, sistem IMPAS mulai diuji coba pada awal November. Tenaga administrasi mulai menginput dokumen manual ke database digital. Pada Desember 2025, IMPAS akan resmi berjalan penuh.

Dengan IMPAS, pasien tak lagi perlu antre panjang hanya untuk mendaftar. Data bisa dikirim langsung ke unit terkait; alur pelayanan menjadi ringkas. “Semua data kini lebih tertata dan mudah dicari,” ujar Bob, menekankan bahwa efisiensi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga akurasi.

UPTD Labkesda, yang baru pindah ke gedung laboratorium modern pada Maret 2025, kini melengkapi transformasinya dengan sistem digital yang akan mengubah ritme kerja para analis, petugas administrasi, hingga tenaga teknis kesehatan.

Karena Pelayanan Itu “CERDAS”

Labkesda Kota Kupang memiliki motto: Melayani dengan CERDAS
(Cepat – Empati – Ramah – Daya Saing – Akurat – Sejahtera).

Digitalisasi melalui IMPAS hanyalah satu bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai itu. Dengan status akreditasi PARIPURNA, Labkesda kini menjadi salah satu laboratorium rujukan penting di NTT.

Setiap harinya, masyarakat bisa datang pada Senin–Jumat, pukul 08.00–15.00 WITA untuk mengakses dua layanan utama:

  • Pemeriksaan Klinik
  • Pemeriksaan Lingkungan

Mulai dari hematologi, fungsi hati, fungsi ginjal, hingga kualitas air—semua dikerjakan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih secara khusus di tingkat pusat dan provinsi.

Tak hanya itu, harga pemeriksaannya pun sangat terjangkau. Misalnya:

  • Hematologi: Rp92.000
  • Urin lengkap: Rp40.000
  • Profil lipid: Rp96.000
  • Kolesterol: Rp21.000
  • Pemeriksaan kualitas air – Coliform: Rp39.000, E.Coli: Rp33.000.

Peran Strategis di Program Nasional Makan Bergizi Gratis

Di balik aktivitas laboratorium yang tampak teknis, ada peran vital Labkesda dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) memerlukan standar kebersihan yang ketat, dan Labkesda-lah yang memastikan itu.

Setiap SPPG diwajibkan menjalani:

  • Pemeriksaan air bersih
  • Pemeriksaan air minum
  • Pemeriksaan usap alat dapur (swab)

Hasilnya menjadi dasar penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, memastikan anak-anak penerima manfaat MBG mendapat makanan yang aman dan higienis.

“Ini bukan hanya soal gizi; ini tentang keselamatan,” kata salah satu analis yang sedang menyiapkan sampel air pada hari kunjungan beberfakta.web.id.

Wali Kota: “Pemeriksaannya Lebih Murah 40–60 Persen”

Saat mengunjungi gedung baru Labkesda, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasinya:

KUNJUNGAN KERJA – Walikota Kupang: “Ada yang lebih murah 40 persen, bahkan ada yang lebih murah sampai 60 persen Jadi warga tidak perlu jauh-jauh atau mengeluarkan biaya mahal, cukup datang ke Labkesda Kota Kupang.” (Foto: Bag. Prokopim Setda kota Kupang.)

“Di sini bisa dilakukan berbagai pemeriksaan darah, urin, kolesterol, hingga pemeriksaan sampel makanan dan air. Biayanya bahkan lebih murah 40 sampai 60 persen dibanding laboratorium swasta di luar daerah.”

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh peralatan laboratorium telah siap digunakan. Mulai 2026 hingga 2028, akan datang 56 unit alat kesehatan baru dari pemerintah pusat—meningkatkan kapasitas dan jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan.

“Sambil menunggu kelengkapan alat, laboratorium ini sudah bisa digunakan untuk pemeriksaan dasar yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Kendala yang Masih Menghadang

Namun, tidak semua berjalan mulus.

  1. Izin Operasional Baru

Pindah ke gedung baru berarti wajib menerbitkan izin operasional baru.
Proses ini memengaruhi kerja sama dengan BPJS dan layanan prolanis dari puskesmas.

“Izin operasional berkaitan dengan banyak hal… termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).”
— Bob Delinus

  1. Landscape Fasilitas yang Belum Rampung

Area depan gedung Labkesda masih menunggu alokasi anggaran.
Parkir, akses disabilitas, hingga estetika halaman belum selesai dikerjakan.

Bob optimistis, penyelesaian landscape akan membuat pelayanan lebih nyaman dan inklusif.

Melihat Jauh ke Depan

Di akhir perbincangan, Bob membuka visinya:

  • Menjadikan Labkesda sebagai laboratorium pelayanan berbasis digital penuh
  • Mengintegrasikan Labkesda ke seluruh layanan kesehatan Kota Kupang
  • Melayani seluruh masyarakat tanpa kecuali
  • Menjadi salah satu penyumbang PAD Kota Kupang yang handal

Semua itu bermuara pada satu tujuan besar: menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau, modern, dan manusiawi bagi warga Kota Kupang.

Informasi Layanan UPTD Labkesda Kota Kupang:

Alamat: Jl. Veteran, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama
Kontak: 0851-3722-8954
Jam Layanan: Senin–Jumat, 08.00–15.00 WITA
Akreditasi: PARIPURNA
Motto: Melayani dengan CERDAS

(Vico/Tim-BF/Vip/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *