FAPERTA UNDANA Siap Go Global & Kuatkan Pangan

Dekan Baru Tancap Gas!!

Olahgrafis: Vico Patty-BF

Era baru dimulai! Universitas Nusa Cendana resmi punya Dekan baru di Fakultas Pertanian (Faperta), dan targetnya nggak main-main: inovasi, digitalisasi, hingga ketahanan pangan nasional!

 

🔥 Resmi Terpilih, Siap Bawa Faperta Naik Level!

BEBER FAKTA – Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., resmi ditetapkan sebagai Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana periode 2026–2030.

Dengan terpilihnya Dr. Tomycho, babak baru langsung dimulai. Ia menargetkan Faperta menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) berkelas dunia.

Selain itu, dalam pernyataan perdananya, ia menegaskan komitmen kuat untuk merangkul seluruh civitas akademika.

“Ini amanah besar. Kami siap mendorong pertanian yang tangguh untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

 

⚡ 100 Hari Pertama: Kurikulum Dirombak, Sistem Didigitalisasi!

Selanjutnya, Dr. Tomycho langsung tancap gas dengan program 100 hari kerja.

Pertama, ia fokus membenahi kurikulum agar lebih relevan dengan teknologi pertanian modern. Selain itu, ia juga mendorong digitalisasi tata kelola kampus.

Tak hanya itu, ia ingin memperkuat mahasiswa dan memperluas kemitraan strategis.

“Prioritas kami adalah penguatan mahasiswa, perluasan kemitraan, serta digitalisasi tata kelola agar birokrasi lebih efisien,” jelasnya.

Bahkan, ia menegaskan bahwa riset harus punya dampak nyata.

“Kami akan optimalkan ekosistem riset agar hasil penelitian benar-benar terasa manfaatnya.”

 

🌍 5 Jurus Jitu Bawa Faperta Go Global

Untuk mencapai target besar itu, Dr. Tomycho menyiapkan lima pilar utama.

Pertama, transformasi akademik dan kurikulum. Kedua, penguatan riset unggul dan hilirisasi produk. Ketiga, kemitraan strategis.

Selanjutnya, ia juga fokus pada pengembangan mahasiswa dan jiwa kewirausahaan. Terakhir, ia menata ulang tata kelola berbasis kolaborasi dan sinergi.

Dengan strategi ini, ia optimis Faperta bisa bersaing di level global sekaligus menjawab masalah pertanian daerah.

 

🗳️ Proses Demokratis, Semua Diajak Bersatu

Di sisi lain, Ketua Senat Faperta, D. Roy Nendissa, memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan demokratis.

Dr. Tomycho berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli kandidat lain seperti Mayavira Veronica Hahuly dan Lusia Sulo Marimpan.

Namun, Prof. Roy menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak hanya soal kemenangan.

“Bangun komunikasi dengan semua elemen. Relasi harmonis akan melahirkan birokrasi sehat dan kolaborasi kuat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu.

 

🤝 Saatnya Kolaborasi, Bukan Kompetisi!

Akhirnya, seluruh pihak diminta mengakhiri kompetisi dan mulai berkolaborasi.

Dengan sinergi yang kuat, Faperta Undana diyakini mampu menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Sumber: undana.ac.id/Van/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *