Kurban perdana di Undana tak hanya berbagi daging. Dari kampus ini, lahir ide besar yang bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok NTT.
BEBER FAKTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam Universitas Nusa Cendana (Undana) mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mereka menggelar kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban melalui program bertajuk **”Undana Berkurban”** pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Menariknya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari rektorat, dosen, hingga berbagai lembaga sosial. Bahkan, Rektor Undana turut menyumbangkan satu ekor sapi kurban sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa.
Secara keseluruhan, panitia berhasil menghimpun sembilan ekor sapi dan dua ekor kambing untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
🤝 Kurban Jadi Ruang Merawat Persaudaraan
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan.
“Keberagaman di kampus adalah kekuatan. Kegiatan kurban ini mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika tanpa memandang latar belakang agama,” ujar Prof. Jefri.
Sementara itu, Ketua UKM Kerohanian Islam Undana, Susi S. Qodratillah, mengaku bersyukur karena program perdana tersebut berjalan sukses dan mendapat antusiasme tinggi.
🥩 Ratusan Paket Daging untuk Masyarakat
Panitia menargetkan distribusi 400 hingga 500 paket daging kurban. Adapun penerima manfaat meliputi petugas keamanan kampus, tenaga kebersihan, pengemudi, mahasiswa, hingga masyarakat rentan di sekitar kampus.
Pada tahap awal, panitia telah menyalurkan 165 paket secara langsung kepada penerima.
Selain itu, pelaksanaan kurban tahun ini mulai menerapkan konsep ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik.
🚀 Dari Daging Kurban ke Solusi Stunting
Tak berhenti pada pembagian daging, Undana juga menyiapkan inovasi yang lebih besar. Direktur Pascasarjana Undana, Dr. Hamza H. Wulakada, M.Si., mengungkapkan rencana pengolahan daging kurban menjadi produk kalengan.
“Kami memiliki SDM dan teknologi untuk mengolah daging kurban menjadi produk kalengan agar manfaatnya bisa menjangkau wilayah terpencil di NTT dalam jangka waktu lebih lama,” jelas Dr. Hamza.
Menurutnya, program tersebut berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
🌟 Bukti Kampus yang Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan “Undana Berkurban” menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian. Sebaliknya, Undana juga hadir untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat.
Karena itu, keberhasilan kurban perdana ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Selain memperkuat solidaritas kampus, program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata bagi NTT. (Sumber: Humas Undana – Alk/Vip-BF)











