Ratusan mahasiswa Undana kini makin akrab dengan AI. Di balik gerakan ini, ada sosok mahasiswi yang sukses membawa program nasional Google langsung ke kampus.
BEBER FAKTA – Arleen Theodora Pah, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), sukses menuntaskan misinya sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Melalui serangkaian program edukasi digital, ia berhasil mengajak lebih dari 100 mahasiswa mengenal dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara kreatif, produktif, dan aman.
🚀 Enam Program AI yang Bikin Mahasiswa Antusias
Sejak Mei 2026, Arleen menjalankan enam kegiatan edukatif yang menyasar mahasiswa lintas program studi di Undana.
Program tersebut meliputi Gemini Hangout, Google AI Experience, Gemini and MBTI Find Your Path, Gemini AI Brand Builder, Gemini Creative Universe, hingga agenda puncak bertajuk Think Twice with Google.
Baca berita sambil dengerin musik: Tiktok @beber_fakta: Wawancara Dr. Theodore Y. K. Lulan, Pembina/Pelatih Paduan Suara Undana
Menariknya, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Mereka juga langsung mempraktikkan penggunaan Google Gemini untuk membuat konten, merancang strategi promosi, hingga membangun website, aplikasi, game, dan buku digital tanpa perlu menguasai coding.
Arleen – “Melalui rangkaian acara ini, saya memperkenalkan produk-produk dari Google agar teman-teman di kampus bisa langsung memanfaatkannya secara kreatif”.
Selain itu, peserta juga diajak memahami dampak AI terhadap dunia kerja dan peluang karier masa depan.
🔐 Belajar AI Sekaligus Lawan Penipuan Digital
Pada sesi penutup “Think Twice with Google”, Arleen menyoroti isu keamanan siber yang semakin relevan di era AI.
Karena itu, mahasiswa dibekali kemampuan berpikir kritis untuk mengenali konten manipulatif, iklan palsu, hingga berbagai modus penipuan berbasis AI yang kini marak beredar di internet.
Edukasi ini menjadi penting karena generasi muda kini semakin aktif beraktivitas di ruang digital.
👏 Mahasiswa: Ilmunya Langsung Bisa Dipakai
Program tersebut mendapat respons positif dari para peserta.
William John Ratingu, mahasiswa semester enam Administrasi Bisnis Undana, mengaku memperoleh wawasan baru yang sangat bermanfaat untuk melindungi diri di dunia digital.
William – “Kami dididik untuk mengetahui dan membedakan mana konten atau iklan manipulatif yang dibuat AI dan mana yang asli”
Menurutnya, materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
🌟 Cetak Talenta Digital Siap Kerja dari NTT
Melalui program Google AI for Education, mahasiswa Undana tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Sebaliknya, mereka didorong menjadi kreator digital yang mampu menghasilkan karya dan solusi berbasis AI.
Lebih jauh, kemampuan menyaring informasi palsu serta memahami keamanan siber menjadi bekal penting menghadapi dunia kerja modern.
Karena itu, program yang dibawa Arleen dinilai berhasil membuka peluang baru bagi lahirnya generasi muda NTT yang kreatif, adaptif, melek AI, dan siap bersaing di tingkat global. (Sumber: Humas Undana – Alk / Vip – BF)











