Bandar judi online tak pernah kehabisan akal. Baru satu situs ditutup, situs baru langsung bermunculan dan menyerbu media sosial.
BEBER FAKTA – Pemerintah kembali menghadapi tantangan besar dalam perang melawan judi online (judol). Meski ribuan situs sudah diblokir, para bandar terus membuat domain baru lalu menyebarkannya lewat media sosial dengan cara yang semakin agresif.
🚨 Situs Ditutup, Bandar Langsung Buat Pengganti
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan pelaku telah menyiapkan banyak domain cadangan. Karena itu, ketika satu situs diblokir, mereka langsung mengaktifkan situs baru.
“Ketika salah satu situs ditutup, situs yang baru dibentuk. Dan mereka butuh untuk melakukan promosi,” tegas Alexander.
Selain itu, promosi terus dilakukan agar masyarakat segera berpindah ke alamat baru.
💬 Spam Kolom Komentar Makin Menggila
Kini para pelaku memanfaatkan akun media sosial dengan interaksi tinggi. Mereka membanjiri kolom komentar menggunakan bot otomatis yang bekerja secara real time.
“Mereka memanfaatkan akun-akun yang interaksinya sangat besar dengan melakukan spamming di kolom komentar,” kata Alexander.
Bahkan, Komdigi mencatat komentar spam judol melonjak 128 persen dalam dua pekan terakhir dibanding rata-rata temuan Januari-Juni 2026.
⚠️ Komdigi Gandeng Polri, OJK dan PPATK
Sepanjang 1-28 Juni 2026, Komdigi telah menangani 126.180 konten terkait judi online. Mayoritas berasal dari situs web, disusul layanan berbagi file dan berbagai platform media sosial.Karena itu, Komdigi memperkuat koordinasi dengan Polri, OJK, dan PPATK.
“Kami semua siaga dalam memberantas kejahatan digital transnasional ini,” tegas Alexander.
Komdigi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik ataupun membalas komentar promosi judol karena tindakan tersebut justru membantu penyebaran situs baru milik para pelaku.(*Red.01-BF)











