Fredy Kuinundu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, kini sedang berada dalam posisi nyaman sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia baru menjabat selama 7 bulan, dan di usia 52 tahun, masih memiliki waktu pengabdian 8 tahun ke depan dalam posisi pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov NTT.
Apa alasannya ingin mundur?
Mari kita ngobrol santai bersama Fredy Kuinundu.
“Antara A, B, C, D. Antara B adalah burden dan D adalah dead. Tapi ada C: choice. Hidup ini adalah pilihan. Apa yang kita pilih, tidak selamanya harus berdasarkan keyakinan bahwa kalau kita memutuskan ingin jadi bupati, pasti akan jadi bupati. Setidaknya, saya ingin memberikan keteladanan bahwa berkorban itu bukan soal jabatan yang disandang, tapi tentang tujuan dan pengabdian,” ungkap Fredy.
Fredy juga menyampaikan bahwa keputusan ini tidak diambil secara emosional, melainkan penuh perhitungan dan dengan mitigasi risiko. “Semua pekerjaan tentu ada tantangannya, tapi kita juga harus rasional. Jangan memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak bisa kita capai.”
Ia menambahkan, “Dalam proses sosialisasi dan menawarkan pengabdian kepada masyarakat, bisa saja masyarakat punya kesimpulan bahwa bukan figur seperti saya yang mereka butuhkan. Kalau begitu, ya kita harus rasional.”
Kenapa memilih Kabupaten Kupang?
Fredy menjelaskan, “Sens saya ke Kabupaten Kupang itu dari hati. Tapi memang ada pendapat bahwa Kabupaten Kupang selama ini belum menunjukkan perkembangan signifikan dari satu bupati ke bupati berikutnya. Ini jadi dorongan bagi saya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat.”
Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Kupang menjadi alasan kuat. Meskipun saat ini ia menjabat posisi yang strategis sebagai Kadis Kominfo, sebagai ASN, ia merasa pengabdian yang sejati membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan besar.
Menurut Fredy, idealnya, orang yang mencalonkan diri sebagai bupati atau wali kota itu berusia sekitar 45 tahun, masih muda, penuh idealisme, dan punya pemikiran yang segar. “Kalau ada yang punya semangat pengabdian lebih besar dari saya, dan bisa membangun Kabupaten Kupang selama 5 tahun ke depan, saya siap mendukung,” tegasnya.
Akhirnya…
Bagaimana partai-partai politik akan mempertimbangkan sosok Fredy Kuinundu sebagai kandidat Bupati Kabupaten Kupang? Apakah ia akan memenuhi kriteria? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.











