KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Tim peneliti Universitas Nusa Cendana mengungkap perubahan signifikan di DAS perbatasan RI–Timor Leste. Mereka menggunakan metode Transboundary Diagnostic Analysis berbasis data ilmiah.

Penelitian menemukan dinamika sistem irigasi memicu perubahan aliran air di kawasan perbatasan. Akibatnya, lanskap fisik ikut bergeser dalam beberapa titik wilayah.
Perubahan tersebut berdampak pada tanda-tanda batas negara di lapangan. Jika tidak dikelola, kondisi ini berpotensi memicu sengketa kewilayahan.
Baca: Terjang Arus Maut, Polisi di Kuwus Gendng Siswa Demi Sekolah
Peneliti senior Undana, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, menyebut situasi itu mendesak. Ia menegaskan pengelolaan DAS harus segera berbasis data ilmiah.
“Ketersediaan air untuk kebutuhan harian dan irigasi sangat mendesak. Karena itu, TDA penting sebagai dasar kebijakan,” ujarnya.
Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan
Selain masalah batas wilayah, tim juga menemukan tekanan serius pada ketersediaan air. Warga NTT di kawasan perbatasan sangat bergantung pada sumber air lintas wilayah.
Kondisi geografis yang kering memperburuk situasi tersebut. Karena itu, gangguan aliran air langsung memengaruhi pertanian warga.
Nonton Video Tiktok beber_fakta: Rektor Undana Lantik 43 Pejabat Penting
Akibatnya, ketahanan pangan masyarakat ikut terancam. Peneliti menilai pemerintah perlu memberi perhatian khusus pada wilayah ini.
Pendekatan kebijakan harus memadukan solusi teknis dan ekonomi. Dengan langkah itu, warga bisa menjaga produksi pangan secara berkelanjutan.
Dampak Lingkungan dan Diplomasi
Riset juga menyoroti hubungan antara lingkungan dan stabilitas kawasan perbatasan. Masalah air tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga diplomatik.
Perubahan fisik akibat aliran air dapat memicu perbedaan persepsi batas wilayah. Oleh sebab itu, kedua negara perlu memakai data ilmiah yang sama.
Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci penyelesaian. Peneliti mendorong kerja sama lintas negara dalam pengelolaan DAS berkelanjutan.
Dorong Kebijakan Berbasis Data
Tim peneliti menegaskan TDA dapat menjadi rujukan utama kebijakan. Metode ini membantu pemerintah menetapkan prioritas penanganan masalah.
Selain itu, hasil riset membuka peluang kerja sama internasional lebih luas. Mitra dari Australia dan Timor Leste terlibat dalam pengembangan kajian lanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, peneliti menargetkan rekomendasi kebijakan konkret. Tujuannya menjaga kedaulatan air sekaligus melindungi masyarakat perbatasan. (*/Vic-BF/Vip)











