KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Proyek Preservasi Jalan Mollo Sujan, kini memasuki tahap akhir pekerjaan. Jalan yang menjadi nadi warga sekitar dalam memperoleh akses yang baik dan lancar untuk kegiatan sehari-hari memasarkan hasil bumi dari wilayahnya.
Proyek preservasi Jalan Mollo Sujan, sempat memantik rasa khawatir warga. Karena, hingga akhir November 2025, belum ada tanda-tanda jalan Mollo Sujan bakal diperbaiki, walau sudah berulang kali petugas dari instansi terkait melakukan pengukuran di ruas jalan Mollo Sujian yang rusak parah.

“Ini proyek jalan beking jantung mo stop sa. Kitong talalu susah deng jalan lama yang su rusak parah,” ujar Yezkiel Amnaas, Ketua RT. 23, Kelurahan Fatukoa.
Baca: Kontraktor Kebut Proyek Preservasi Jalan Mollo Sujan
Ia menceritakan bagaimana, keluh kesah dari warga kepada dirinya selaku Ketua RT, terkait jalan Mollo Sujan yang rusak mengakibatkan kesulitan warga.
“Waktu itu anak-anak mau pi sekolah susah, guru mau datang mengajar ju susah, kitong mau pi bajual hasil kebun di pasar ju susah. Tapi sekarang semua su lewat. Kitong minta terima kasih banyak-banyak untuk pemerintah yang mau perhatikan kitong di sini,” jelas Yezkiel.
Tomas Pertanyakan Perubahan Pekerjaan
Sebelumnya, seperti yang dilansir media, Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Fatukoa, Daniel Aluman dan Yusuf Abjena mengeluhkan tidak dikerjakannya jalan Mollo Oetun padahal jalan tersebut juga tertera pada papan proyek, sebagai paket pekerjaan.

Selain itu, menurut para Tomas, sejak awal masyarakat telah melihat adanya aktivitas pengukuran jalan yang dilakukan oleh petugas dengan informasi, jalan Mollo Oetun akan dikerjakan untuk menghubungkan wilayah Fatukoa dengan akses jalan lainnya.
Nonton Videonya di Tiktok @beber_fakta: “Optimalisasi Dana & Target IJD, Rubah Rencana Awal”
Bahkan Yusuf Abjena sempat meminta agara BPJN NTT untuk langsung mengklarifikasi perubahan pengerjaan proyek tersebut kepada masyarakat setempat.
Optimalisasi Dana dan Target IJD
Paket proyek Preservasi Jalan Mollo Sujan usulan awalnya adalah: “Preservasi Jl. Titus Nau, Jl. Mollo Sujan, Jl. Mollo Oetun” dengan total panjang jalan 4,9 Kilometer (Km) memakan biaya sebesar Rp22,27 Milyar.
Seperti yang dijelaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, BPJN NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Paul Hugo Zakarias, perubahan proyek pekerjaan yang hanya terfokus pada Jalan Mollo Sujan terjadi karena adanya optimalisasi dana dan target Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Memang saat usulan awal nama paket pekerjaannya Preservasi Jl. Titus Nau, Jl. Mollo Sujian, Jl. Mollo Oetun, namun ada optimalisasi dana dan target IJD, maka pekerjaan disesuaikan, yang dikerjakan hanya jalan Mollo Sujan,” jelas Hugo Zakarias.
Ia mengatakan, akibat optimalisasi dana dan target IJD tersebut, proyek preservasi Jalan yang awalnya sepanjang 4,9 Km mengalami perubahan menjadi 3,7 km, dengan anggaran dari Rp22,27 Milyar menjadi Rp16,8 Milyar.
“Jadi anggaran untuk pekerjaan ini bukan Rp22,27 Milyar, tetapi Rp16,8 Milyar. Sedangkan Panjang jalan yang semula sepanjang 4,9 km, menjadi 3,7 km saja,” terang Hugo.
Menurut Hugo, dengan kondisi jalan yang sudah diperbaiki, selain memudahkan masyarakat sekitar dalam kegiatan sehari-hari, juga memudahkan akses petugas dan masyarakat umum ke lokasi penangkaran rusa dan kantor yang ada disekitarnya. (Vic-BF/Vip)











