Warga Kelurahan Bello, Kota Kupang, mulai geram. Mereka mengaku sulit mendapatkan minyak tanah, meski hanya satu jeriken. Namun di sisi lain, aktivitas mencurigakan justru terlihat pada malam hari.
Warga Mengeluh: Siang Kosong, Malam Diangkut Banyak
BEBER FAKTA – Sejumlah warga di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, mengeluhkan distribusi minyak tanah yang dinilai tidak adil. Mereka merasa pangkalan tidak memprioritaskan warga sekitar.
Meri, warga RT 008 RW 004, mengaku sering pulang dengan tangan kosong. Padahal, ia hanya ingin membeli satu jeriken untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, situasi berbeda terlihat saat malam tiba. Ia justru melihat mobil pikap datang dan mengangkut minyak dalam jumlah besar.
âKami beli satu jeriken saja dibilang habis. Tapi malam hari ada mobil datang ambil banyak,â ujar Meri, Rabu (25/3/2026).
⚡⚡Lebih Asyiiiik Baca Berita di Tiktok @beber_fakta
Warga Lokal Merasa âTak Dianggapâ
Keluhan serupa datang dari Marko, warga RT 009 RW 004. Ia mempertanyakan keberadaan pangkalan yang justru tidak melayani warga sekitar.
Menurutnya, minyak tanah diduga lebih banyak dijual ke luar wilayah Bello. Akibatnya, warga lokal kesulitan mendapatkan jatah.
âPangkalan ada di sini, tapi kami tidak pernah dilayani. Minyak malah keluar Bello,â tegasnya.
Fakta di Lapangan: Pasokan Ternyata Terbatas
Berdasarkan penelusuran, pangkalan minyak tanah beroperasi di rumah kontrakan milik Yahya Tuan di RT 008 RW 003.
Ketua RT 008 RW 004, Renol Tuan, langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Ia bersama aparat kelurahan turun ke lokasi untuk klarifikasi.
⚡⚡Baca Nama-nama Kepsek se-NTT Yang Baru Dilantik
Hasilnya, pengelola mengaku pasokan minyak memang terbatas. Setiap distribusi hanya berkisar 200 hingga 400 liter.
Selain itu, beberapa pembeli sering mengambil lebih dari satu jeriken. Akibatnya, warga lain tidak kebagian.
Solusi Baru: Dijatah, Dijadwal, dan Diawasi
Untuk mengatasi masalah ini, aparat dan pengelola langsung membuat aturan baru.
Distribusi kini dijadwalkan setiap Selasa dan Jumat. Selain itu, setiap kepala keluarga hanya boleh membeli satu jeriken atau sekitar 5 liter.
Informasi kedatangan minyak juga akan diumumkan melalui grup warga. Langkah ini diambil agar pembagian lebih merata.
âKami batasi agar semua warga dapat bagian,â jelas Renol.
Warga Minta Pengawasan Lebih Ketat
Meski ada aturan baru, warga tetap berharap pemerintah tidak tinggal diam.
Mereka meminta pengawasan distribusi minyak tanah diperketat. Tujuannya jelas, agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak memicu keresahan lagi. (Vic-BF/Vip)











