Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua bersama Satgas Citarum BAIS mengajak masyarakat menjaga hutan dan lingkungan di Kabupaten Belu.
BEBER FAKTA— Ajakan tersebut menekankan pengelolaan lahan tanpa pembakaran, perlindungan keanekaragaman hayati, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan kawasan perbatasan.
🌳 Hutan Belu Jadi Penopang Ekosistem
Kabupaten Belu memiliki kawasan hutan dan bentang alam yang penting bagi keseimbangan ekosistem.
Hutan juga mendukung ketersediaan air, kesuburan tanah, serta keberlangsungan flora dan fauna.
Karena itu, PMKRI Atambua dan Satgas Citarum BAIS menilai perlindungan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
🔥 Dorong Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar
PMKRI Atambua bersama Satgas Citarum BAIS mendorong masyarakat mengelola lahan secara bijaksana.
Mereka mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan saat membuka atau membersihkan area pertanian.
Baca Juga:JAM-Intel Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
Pembakaran dapat merusak lingkungan dan mencemari udara. Praktik tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
🐾 Keanekaragaman Hayati Perlu Dilindungi
Selain mencegah karhutla, kedua pihak mendorong perlindungan terhadap keanekaragaman hayati.
Hutan tidak hanya menjadi sumber kayu atau lahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Hutan juga menjadi habitat berbagai jenis kehidupan yang berperan menjaga keseimbangan alam.
🏗️ Pembangunan Perbatasan Harus Berkelanjutan
PMKRI Cabang Atambua menilai pembangunan wilayah perbatasan harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.
Pembangunan, menurut mereka, tidak boleh mengorbankan lingkungan dan hak generasi mendatang.
Pesan tersebut dirangkum dalam seruan, “Wujudkan Perbatasan Hijau: Jaga Hutan, Kelola Lahan Tanpa Bakar, Lindungi Keanekaragaman Hayati, dan Wariskan Lingkungan yang Lestari.”
📢 Pemerintah Didorong Perkuat Edukasi
PMKRI Atambua dan Satgas BAIS Citarum juga mengajak pemerintah daerah memperkuat edukasi serta pengawasan lingkungan.
Mereka mendorong peningkatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Mereka juga meminta masyarakat dan generasi muda ikut dalam gerakan pelestarian lingkungan.
📍 Rencana Pemasangan Banner Karhutla
Dalam diskusi singkat, Satgas Citarum BAIS akan menggandeng PMKRI Cabang Atambua dan Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan (FKMP).
Ketiganya akan melakukan pemasangan banner di sejumlah tempat strategis yang mudah terlihat dan terbaca masyarakat.
Banner tersebut membawa pesan bertema karhutla. Informasi artikel terkait Forum Komunikasi tersebut belum menjelaskan secara lengkap detail pesan yang akan dicantumkan.
Menjaga hutan Belu dinilai penting untuk mempertahankan sumber kehidupan masyarakat dan lingkungan bagi generasi berikutnya.(Roma-BF)











