TEHERAN, beberfakta.web.id – PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Trump menyampaikan pernyataan itu melalui akun Truth Social, Sabtu pagi. Selain itu, ia menyebut operasi militer berlangsung terkoordinasi dengan Israel.
Menurut Trump, Khamenei tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan milik AS. Ia juga menyatakan sejumlah pemimpin lain tewas dalam operasi tersebut.
Selanjutnya, Trump menyebut momen ini sebagai peluang rakyat Iran merebut kembali negara mereka. Ia bahkan mendorong IRGC dan kepolisian Iran bergabung dengan para patriot secara damai.
Klaim Israel dan Bantahan Iran
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengklaim Khamenei telah terbunuh. Bahkan, kantor berita Reuters melaporkan jenazah Khamenei ditemukan, mengutip pejabat senior Israel.
Namun demikian, media Iran membantah kabar tersebut. Kantor berita Tasnim dan Mehr menegaskan Khamenei tetap memimpin dan dalam kondisi baik.
Selain itu, pejabat humas kantor Khamenei menuding musuh melakukan perang mental. Mereka meminta publik tetap waspada terhadap informasi yang beredar.
Hingga kini, Teheran belum mengeluarkan konfirmasi resmi. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Khamenei dan pejabat tinggi lain dalam keadaan sehat.
Eskalasi Serangan Meluas
Di sisi lain, serangan udara Sabtu menargetkan 24 provinsi di Iran. Media Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas, mengutip Bulan Sabit Merah.
Kemudian, Iran merespons dengan serangan balasan. Target serangan meliputi Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan banyak tokoh senior telah disingkirkan. Ia juga menegaskan Israel akan terus menargetkan komandan Garda Revolusi dan pejabat program nuklir Iran.
Sementara itu, Trump menyerukan penggulingan pemerintah Iran. Konflik pun terus memanas tanpa kepastian informasi resmi dari Teheran. (***/Vip-BF)











